Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Makan Pasien Dialihkan ke Katering

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 02:19 WIB
Petugas Damkar Kota Malang memadamkan api yang menyambar di dapur gizi RSSA, Rabu (9/9) sore. (Damkar Kota Malang)
Petugas Damkar Kota Malang memadamkan api yang menyambar di dapur gizi RSSA, Rabu (9/9) sore. (Damkar Kota Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Kebakaran yang meludeskan dapur gizi RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang tidak menghentikan distribusi makanan bagi pasien. Layanan katering dialihkan melalui penyedia makanan yang telah dikoordinasikan rumah sakit. Skema tersebut disiapkan setidaknya untuk kebutuhan selama sepekan sembari menunggu evaluasi pascakebakaran.

Direktur RSSA Prof (Adj) Dr dr Mochamad Bachtiar Budianto SpB SubspOnk(K) FINACS FICS MMRS mengatakan, distribusi makanan menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditangani setelah dapur gizi terbakar pada Rabu (9/9). Untuk sementara, rumah sakit menggunakan skema katering dari pihak penyedia.

Distribusi Makanan Pasien Dialihkan ke Katering

Kebutuhan makanan pasien tetap dipenuhi melalui layanan katering. RSSA telah berkoordinasi dengan penyedia untuk memastikan kebutuhan makan pasien tetap tersedia selama dapur gizi tidak dapat digunakan.

Baca Juga: 45 Pasien Anak RSSA Malang Jalani Skrining Psikologis Pascakebakaran

"Tentang katering tentu menjadi prioritas. Langkah-langkah shortcut yang tidak melanggar aturan sudah kami siapkan," kata Bachtiar.

Untuk kebutuhan makan pada hari kejadian, distribusi makan siang dan malam telah dilakukan sebelum kebakaran berdampak terhadap operasional dapur. Selanjutnya, penyedia katering telah dikoordinasikan untuk memenuhi kebutuhan pasien selama satu pekan ke depan.

"Kemudian katering selama seminggu ke depan juga sudah kami koordinasikan sebagai langkah awal sembari dievaluasi," sambung dokter spesialis bedah konsultan onkologi tersebut.

Skema tersebut masih bersifat sementara. RSSA akan melakukan evaluasi lebih lanjut menyesuaikan kondisi dapur gizi yang terdampak kebakaran.

Dapur Gizi dan Laundry Terbakar, Kerugian Rp 900 Juta

Kebakaran terjadi di dapur gizi RSSA dan kemudian merembet ke ruang laundry. Area laundry turut terdampak karena terdapat sejumlah material yang mudah terbakar, seperti selimut dan sprei.

Baca Juga: Dugaan Korsleting Listrik Jadi Penyebab Sementara Kebakaran RSSA Malang

Berdasarkan pendataan sementara RSSA, luas area yang terbakar mencapai sekitar 300 meter persegi. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 900 juta.

"Total area yang terbakar berdasar pendataan sekitar 300 meter persegi dengan kerugian sekitar Rp 900 juta," pungkas Bachtiar.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang. Namun, berdasarkan identifikasi awal RSSA, api diduga dipicu hubungan pendek arus listrik pada bagian atap dapur.

Kondisi dapur yang terbakar membuat RSSA perlu menggunakan skema alternatif untuk memenuhi kebutuhan makan pasien. Evaluasi terhadap kondisi bangunan dan fasilitas dapur dilakukan sebelum area tersebut dapat kembali digunakan.

Editor : Aditya Novrian
kebakaran RSSA Malang dapur gizi RSSA katering pasien RSSA distribusi makanan pasien kebakaran ruang laundry RSSA