MALANG KOTA, RADAR MALANG - Penyebab fenomena aliran Sungai Brantas di kawasan Gang V, Kelurahan Mergosono, berubah warna belum diketahui hingga hari ini. Pemkot Malang masih menunggu hasil laboratorium yang membutuhkan waktu sekitar 14 hari. Jika ditemukan kandungan yang membahayakan, pemkot memastikan bakal mengusut penyebabnya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran menuturkan, fenomena diketahui Minggu (27/9), kemudian petugas melakukan pengecekan Senin, (28/9). Dari hasil pengamatan sementara di lapangan, perubahan warna air tidak menunjukkan kondisi yang membahayakan.
Baca Juga: Air Sungai Brantas Berubah Warna Selama Tiga Hari, Apa Penyebabnya?
Secara kasat mata masih berada dalam baku mutu air. Namun, DLH tetap mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian di laboratorium. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi air berdasarkan parameter yang dapat diukur, bukan hanya berdasarkan pengamatan secara kasat mata.
"Jika ada kandungan berbahaya atau di bawah parameter kami akan menelusuri penyebab perubahan warna," jelasnya. Menurut Raymond, terdapat sejumlah pabrik di sekitar lokasi. Namun, petugas belum melakukan pemeriksaan karena akses menuju lokasi melalui jalur irigasi yang sempit.
DLH akan menggunakan hasil uji laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah pemeriksaan berikutnya. Termasuk mendatangi sejumlah pabrik yang berada di sekitar aliran sungai. "Berdasarkan hasil uji lab, kami akan bersurat dan mengecek langsung ke beberapa pabrik di sana," tuturnya.
Penulis : Andika Satria Perdana
Baca Juga: Sungai Amprong Sepanjang 1,3 Kilometer di Kelurahan Madyopuro Segera Dinormalisasi
Editor : Andika Satria Perdana