14 Desa Masih Bergantung Dropping Air Bersih

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 16:23 WIB
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Sidodadi, Ke camatan Gedangan antre mendapatkan air yang disa lurkan oleh BPBD Kabupaten Malang pada Sabtu (10/10).
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Sidodadi, Ke camatan Gedangan antre mendapatkan air yang disa lurkan oleh BPBD Kabupaten Malang pada Sabtu (10/10).

KABUPATEN, RADAR MALANG – Sebanyak 14 desa di enam kecamatan Kabupaten Malang masih terdampak kekeringan. Hingga Sabtu (10/10), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah menyalurkan 4.266.500 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 5.799 kepala keluarga (KK) atau 18.414 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, distribusi air bersih masih dilakukan secara berkala ke desa-desa terdampak.

Baca Juga: Tak Sekadar Droping Air, Puguh Dorong Solusi Permanen Atasi Krisis Air Bersih

Penyaluran melibatkan sejumlah instansi dan relawan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kekeringan berlangsung.

“Distribusi air bersih masih kami lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami terus memantau kondisi di wilayah terdampak agar penyaluran bantuan bisa berjalan sesuai kebutuhan,” ujar Purwoto.

Enam kecamatan yang masih terdampak meliputi Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, mencatat akumulasi distribusi terbesar, yakni 1.016.700 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.035 KK atau 3.105 jiwa.

Baca Juga: Giliran Kalipare Dilanda Krisis Air Bersih

Sementara itu, distribusi air bersih ke Desa Sumber agung, Kecamatan Sumawe, mencapai 495 ribu liter. Desa Sitiarjo menerima 440 ribu liter, sedangkan Desa Kedungbanteng mendapat 390 ribu liter.

Pada Sabtu (10/10), BPBD menyalurkan tambahan 83.050 liter air bersih menggunakan lima arma da dengan total 18 rit pengiriman. Volume tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 118.400 liter dengan tujuh armada dan 19 rit.

Penanganan kekeringan turut melibatkan PMI, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, serta relawan. BPBD juga terus memantau kondisi di 33 kecamatan selama masa tanggap darurat kekeringan.

Meski tidak ada laporan kejadian bencana baru pada Sabtu malam hingga Minggu (11/10) pagi, kebutuhan air bersih di belasan desa tersebut masih dipenuhi melalui pengiriman berkala. Penyaluran bantuan dilakukan sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak selama kekeringan belum berakhir. (ram/adn)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
dropping air bersih sumawe kk BPBD