Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Giliran Kalipare Dilanda Krisis Air Bersih

B
IMBAS KEKERINGAN: Personel BPBD Kabupaten Malang mengirim tandon di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare. Tandon tersebut akan diisi air untuk memenuhi kebutuhan warga.
IMBAS KEKERINGAN: Personel BPBD Kabupaten Malang mengirim tandon di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare. Tandon tersebut akan diisi air untuk memenuhi kebutuhan warga.

Advertisement

KALIPARE, RADAR MALANG – Satu kecamatan lagi yang mengalami krisis air bersih, yakni Kalipare. Kamis lalu (27/8), dua desa di kecamatan tersebut mendapat kiriman air bersih. Keduanya adalah Desa Sukowilangun dan Kalirejo.

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengirim tandon di masing-masing desa tersebut. Tandon tersebut akan diisi air. Warga yang membutuhkan diperbolehkan mengambil air di tandon tersebut.

Advertisement

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, Desa Kalirejo sudah mengirim surat mengirim surat permohonan dropping air sejak beberapa hari lalu. “Asesmen kami lakukan Selasa lalu (25/8) di Kalirejo. Dua hari kemudin, Kamis (227/8) kami dropping tandon,” ujar Sadono.

Asesmen tersebut lebih ditekankan pada penghitungan jumlah warga terdampak, kebutuhan tandon, kemudian penentuan titik penempatan tandon. ”Kami sekaligus melihat keadaan sekitar desa yang mengalami kekeringan,” katanya.

Sadono mengatakan, Desa Kalirejo tidak dekat dengan sungai besar maupun kecil. Juga tidak tersedia sumber air yang memadai untuk warganya. ”Untuk memenuhi kebutuhan air, mereka mengandalkan dari sumur. Sekarang ini sebagian besar sumur warga sangat kering,” ucap pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Artinya, penanganan kekeringan harus segera dilakukan. Pada hari yang sama, sebanyak 4 tandon air kapasitas 1.200 liter disebar di sana. ”Tapi belum langsung dropping. Masih menyesuaikan ritme antara desa penerima manfaat yang lama dengan yang baru. Tapi yang jelas kami segera berikan bantuannya,” imbuh Sadono.

Sementara untuk Desa Sukowilangun, pihaknya masih melakukan asesmen pada lingkungan tersebut. Tapi hasilnya masih belum disebutkan berapa warga dan perkiraan jumlah tandon yang diperlukan.

Dengan adanya permohonan air bersih dari dua desa tersebut, saat ini BPBD mencatat tujuh desa yang terdampak kekeringan. Lokasinya tersebar di enam kecamatan. Sebelumnya, bantuan air bersih diberikan pada warga di Desa Sumberagung dan Kedungbanteng di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Lalu Desa Tumpakrejo di Gedangan, Desa Karangkates di Sumberpucung, dan Sumberoto di Kecamatan Donomulyo. Sebanyak 642.800 liter air telah didistribusikan.(biy/dan)

Advertisement

Artikel Terkait

Kekeringan, Lima Desa di Kabupaten Malang Sedot Setengah Juta Liter Air Bersih

Kekeringan, Lima Desa di Kabupaten Malang Sedot Setengah Juta Liter Air Bersih

Distribusi air bersih untuk desa-desa yang dilanda kekeringan sudah berlangsung lebih dari 20 hari. Hingga Rabu sore (26/8), BPBD Kabupaten Malang mendistribusikan setengah juta liter air bersih

Donomulyo Mulai Krisis Air Bersih, 538 Jiwa Terdampak Kekeringan

Donomulyo Mulai Krisis Air Bersih, 538 Jiwa Terdampak Kekeringan

Kekeringan melanda Desa Sumberoto, Donomulyo, Kabupaten Malang. Sebanyak 157 KK atau 538 jiwa terdampak dan mendapat bantuan perdana 12 ribu liter air.

Inilah Daftar Desa-Desa di Kabupaten Malang yang Krisis Air Bersih akibat Kekeringan

Inilah Daftar Desa-Desa di Kabupaten Malang yang Krisis Air Bersih akibat Kekeringan

Wilayah yang terimbas kekeringan di Bumi Kanjuruhan meluas. Krisis air bersih yang semula dialami warga dua desa di dua kecamatan, kini mulai merambah Sumberpucung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer