Seperti yang dirasakan Hafizah Widya Amalia pengusaha olahan makanan. "Usaha saya saja sebenarnya dari awal pandemi ini sudah kembang kempis. Karena pasar ricebox iku kan anak anak kuliahan, nah karena pandemi ini kan banyak mahasiswa yang pulang karena kuliah daring, " ujar pemilik usaha Ricebox di daerah Blimbing itu.
Baginya, kebijakan jam malam dipastikan bakal membuat pendapatannya kian melorot. Karena di tempatnya, banyak konsumen yang request makanan di atas jam 21.00. "Karena jam malam 20.00 WIB, berkurang operasional 2 jam. Per jam kita bisa dipesen 3 hingga 5 ricebox. Kalau dikali dua, kita kehilangan 6 hingga 10 ricebox per hari.Belum lagi pegawai saya kan tetap harus pulang jam 20.00 WIB, "paparnya.
Walaupun dia sudah mengusahakan berbagai upaya, seperti layanan pesan antar melalui jasa ojek online, hal itu tak banyak berpengaruh. Sebab pasar mereka adalah mahasiswa. " Kita memang kebanyakan lewat take away selama pandemi karena menyiasati peraturan jam malan sejak awal 2020 lalu. Bahkan kita pernah mau push penjualan lewat event, tapi ya balik lagi, pasar kita anak muda. Sedangkan anak muda di Malang ini malah banyak aktif jam 18.00 WIB ke atas, maksimal jam 22.00 WIB lah harusnya. Biar buat muter operasional seminggu, nak," usulanya.
Namun dirinya hanya bisa pasrah dengan kebijakan tersebut serta berharap pandemi segera usai. "Untuk sementara ya saya liburkan dulu beberapa minggu ini, biar biaya operasionalnya berkurang, " pungkasnya.
Pewarta : Errica
Editor : Ahmad Yani