Sementara itu, dentuman samar-samar juga dilaporkan terdengar hingga Papua Nugini dan negara bagian Australia Barat yang berjarak kira-kira 3.218 kilometer jauhnya. Dikutip dari Discover Magazine, Rabu (3/2), bahkan gaung dentuman suara erupsi tersebut terdengar seperti suara tembakan artileri oleh banyak warga di Pulau Rodrigues, yang terletak di tengah Samudera Hindia dekat Kepulauan Mauritius. Jaraknya diperkirakan 4.828 kilometer jauhnya.
Dentuman suara yang dimulai sekitar pukul 10 pagi kala itu secara keseluruhan dapat didengar oleh orang-orang di lebih dari 50 lokasi geografis yang berbeda. Wilayah tersebut menjangkau hampir sepertiga belas dunia.
Dari beberapa penelitian, dentuman suara erupsi Gunung Krakatau membutuhkan empat jam perjalanan dengan kecepatan suara sampai akhirnya mampu terdengar pada jarak hampir 5.000 kilometer dari titik ledakan. “Jauhnya jangkauan suara dentuman Krakatau disebabkan fluktuasi tekanan udara yang memicu 172 desibel tekanan suara,” tulis tim peneliti dalam laporan penelitian tersebut.
Padahal ambang toleransi suara bagi telinga manusia adalah mendekati 130 desibel. Sedangkan alat penghancur beton memiliki tekanan suara sekitar 100 desibel. Jika seseorang berdiri di samping mesin jet, ia akan mengalami 150 desibel tekanan suara.
Sementara itu kenaikan 10 desibel kira-kira terdengar dua kali lebih keras dari suara tertinggi yang bisa diterima telinga. Ledakan Krakatau yang memicu 172 desibel itu telah melewati batas dari apa yang secara umum manusia pahami sebagai suara. Yang mana suara dentuman itu terdengar sangat luar biasa keras.
Penulis: Aulia Hamazunnisa Editor : Ahmad Yani