Sebelum pandemi, saat hari aktif jumlah pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang. Namun, begitu pagebluk menyerang, jumlah wisatawan yang berkunjung hanya mencapai puluhan orang. ”Dulu di hari biasa selain weekend, pengunjung yang datang bisa mencapai 200 orang. Kalau sekarang dalam sehari paling hanya 75 orang,” jelasnya.
Penurunan jumlah pengunjung juga terjadi saat akhir pekan alias weekend. ”Sebelumnya kalau hari Sabtu jumlah pengunjungnya bisa sampai 700 orang, sedangkan saat hari Minggu bisa mencapai 1.000 orang. Sekarang paling hanya sekitar 400 orang,” tambah Hendrik.
Sementara itu, Direktur BUMDes Wisata Mahoni Dempok Siswanto memastikan, meski terpukul akibat pandemi, pihaknya tidak sampai merumahkan karyawan. ”Di sini (pekerja) yang diberdayakan di unit wisata sekitar 10 orang, sementara untuk warung kami juga memberdayakan warga lokal, ada sekitar 17 orang,” ujar Siswanto.
Namun, di momen hari libur panjang Imlek kali kini, jumlah pengunjung yang datang ke wisata seluas 3 hektare itu mengalami peningkatan. ”Hari ini (kemarin) lumayan ramai, kemungkinan Sabtu (hari ini) dan Minggu (besok) lebih ramai lagi,” harapnya. (rmc/ajh/c1/iik) Editor : Ahmad Yani