Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Manik-Manik Buatan Eropa Abad ke-15 Ditemukan di Alaska?

Ahmad Yani • Minggu, 14 Februari 2021 | 08:10 WIB
Manik-manik seukuran blueberry ini kemungkinan besar dibuat di Venesia pada abad ke-15. (source: live science)
Manik-manik seukuran blueberry ini kemungkinan besar dibuat di Venesia pada abad ke-15. (source: live science)
RADAR MALANG - Sebuah studi arkeologi menemukan fakta bahwa manik-manik biru cemerlang dari Eropa ditemukan di Alaska Arktik. Yang membuat kontroversial, diperkirakan hiasan manik-manik tersebut mendahului kedatangan Christopher Columbus.

Manik-manik seukuran blueberry ini kemungkinan besar dibuat di Venesia pada abad ke-15 dan kemudian diperdagangkan ke timur, bertahan dalam perjalanan darat sejauh 10.500 mil (17.000 kilometer) ke timur melintasi Eurasia dan kemudian berlayar melintasi Selat Bering ke tempat yang sekarang disebut Alaska.

Namun, arkeolog lain membantah temuan tersebut, mereka mengatakan meski manik-manik ini sudah tua, mereka tidak lebih tua dari pelayaran Columbus tahun 1492. "Manik-manik ini tidak mungkin pra-Columbus karena orang Eropa tidak membuat manik-manik jenis ini sedini itu," kata Elliot Blair, asisten profesor antropologi di Universitas Alabama seperti dilansir pada livescience.com Jumat (12/2).

Sebaliknya, manik-manik kaca ini kemungkinan berasal dari akhir abad ke-16 atau awal abad ke-17. Blair yang mengkhususkan diri dalam penanggalan dan sumber manik-manik perdagangan awal di Amerika ini mengatakan kepada Live Science. "Bahkan dengan penanggalan belakangan ini, tanggal awal abad ke-17 untuk manik-manik ini masih jauh lebih awal dari kontak pertama yang didokumentasikan antara penduduk asli Alaska dan orang Eropa."

Vitus Bering seorang penjelajah Denmark yang bertugas di Angkatan Laut Rusia dianggap orang Eropa modern pertama yang melakukan kontak dengan penduduk asli Alaska ketika dia berlayar ke sana pada tahun 1741. Tetapi penemuan manik-manik biru menunjukkan bahwa orang-orang di Asia mungkin tinggal di pedalaman Aborigin atau Rusia bagian timur dan mungkin juga telah mengetahui tentang Alaska jauh lebih awal.

Seorang arkeolog Amerika menemukan manik-manik kaca biru pertama pada 1960-an dan sejak itu total 10 buah telah digali di tiga situs pribumi di Kutub Utara Alaska. Arkeolog juga menemukan artefak lain di situs ini, termasuk gelang-gelang tembaga, liontin besi, serta bahan organik seperti benang, tulang hewan, dan arang, yang diberi tanggal oleh para peneliti dengan radiokarbon.

Penulis: Fara Trisna Rahmadani Editor : Ahmad Yani
#temuan arkeologi #studi arkeologi #manik-manik abad 15 #temuan di alaska