Prakirawan Cuaca Bagian Analisa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang, Meilani, menjelaskan fenomena tersebut akrab disebut dengan "Bediding".
"Sebenarnya suhu dingin ini merupakan siklus yang normal, yang berulang setiap tahun, khusunya bulan Juli ini," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang.
Meilani mengungkapkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan suhu di Kota Malang digin akhir-akhir ini. Faktor pertama adalah gerak semu matahari, dimana gerak semu matahari yang bergerak ke utara bumi, mengakibatkan wilayah Indonesia yang berada di selatan, kehilangan sumber panas sehingga suhu udaranya menjadi lebih dingin.
"Posisi kita kan di belahan bumi bagian selatan, jadi posisi kita berada jauh dengan matahari. Kondisi itulah yang menyebabkan cuaca di sini lebih dingin," jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga menyebutkan karena pengaruh gerak semu matahari, saat ini Australia memiliki tekanan udara lebih tinggi dengan masa udara dingin. Masuknya udara dingin dari Australia ke Indonesia memberi dampak langsung dengan mendinginkan suhu udara yang dilewatinya, termasuk pulau Jawa.
"Udara bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, jadi udara Australia yang dingin ini memaksa bergerak ke benua Asia," tutur dia.
Wanita berkacamata itu menghimbau agar masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dan mulai membiasakan diri dengan cuaca seperti saat ini.
"Diprediksi cuacanya masih akan seperti ini hingga Agustus mendatang. bahkan dalam 10 tahun terakhir, suhu terendah bisa mencapai 13-14 derajat celcius," pungkasnya.
Pewarta: Andika Satria Perdana Editor : Shuvia Rahma