Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tol Kepanjen Belum Jelas, Sudah Bahas Tol Tulungagung

Mahmudan • Selasa, 22 Februari 2022 | 16:00 WIB
Seksi 5 tol Malang (Madyopuro) ini akan menjadi start jalur menuju Kepanjen. Proyek lanjutan tol Malang-Kepanjen ini masuk dalam RPJMD Malang Makmur 2021-2026 (Darmono/Radar Malang)
Seksi 5 tol Malang (Madyopuro) ini akan menjadi start jalur menuju Kepanjen. Proyek lanjutan tol Malang-Kepanjen ini masuk dalam RPJMD Malang Makmur 2021-2026 (Darmono/Radar Malang)
KEPANJEN – Belum ada kepastian kapan tol Malang-Kepanjen mulai digarap, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sudah menggodok proyek tol lanjutan: Kepanjen-Blitar-Tulungagung. Rancangan proyek lanjutan itu dibahas antara Pemkab Malang bersama pemda Blitar dan Tulungagung di Hotel Grand Kanjuruhan, kemarin (21/2).

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni mengatakan, tol Kepanjen hingga Tulungagung masih bersifat perencanaan. “Masih perencanaan dan planning. Studi kelayakan, uji publik dan segala macam,” ujar Romdhoni, kemarin.

Pejabat eselon II B itu mengaku telah menerima bocoran blueprint dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Intinya, pemerintah pusat mencanangkan tol lanjutan setelah Malang-Kepanjen tergarap.

Menurut Romdhoni, blueprint dari pemerintah pusat itu sudah sesuai dengan perencanaan Pemkab Malang. Sehingga nantinya tidak ada perubahan berarti dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang. ”Itu sesuai harapan. Kita sudah membaca dan pas. Ada kesesuaian,” kata Romdhoni.

”Ini (tol Kepanjen-Tulungagung) masih satu jaringan dengan tol Malang-Kepanjen. Ada exit Kepanjen, Gondanglegi, lalu selatan ada exit Jatikerto. Malang ke Tulungagung, nanti bisa langsung bablas,” tambahnya.

Untuk melancarkan ini, kawasan koridor barat Kabupaten Malang perlu ada pembebasan lahan. Ini demi mengakomodasi exit tol Kepanjen-Blitar-Tulungagung. Setidaknya, ada tiga kecamatan yang berpotensi menjadi exit tol.

Dengan adanya proyek tol Kepanjen-Blitar-Tulungagung, kata Romdhoni, perlu ada pembebasan lahan di area barat. ”Kecamatan Sumberpucung, Donomulyo, dan Kalipare berada di lingkar koridor barat. Nantinya akan ada exit di Jatikerto juga,” kata Romdhoni.

Disinggung mengenai biaya pembangunan, Romdhoni mengatakan, tol Kepanjen-Tulungagung diperkirakan bakal membutuhkan dana sekitar Rp 15 triliun. Panjang ruas tol diperkirakan mencapai 95,195 kilometer.

Lantas bagaimana dengan progres tol Malang-Kepanjen? Romdhoni mengatakan, saat ini sedang proses pembebasan lahan. ”Untuk tol Malang-Kepanjen, berdasarkan info dari Kementerian (PUPR), sedang on, sudah proses. Tentu diawali dengan pembebasan lahan. Itu hasil keterangan yang kita dapat,” kata Romdhoni.

Terpisah, sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menambahkan, proyek tol Malang-Kepanjen terus berlanjut. Pihaknya juga terus diajak berkoordinasi berbagai pihak terkait realisasi tol Malang-Kepanjen. Saat ini pihaknya sedang membahas analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). “Amdal untuk lelang pembiayaan tol Kepanjen, sekarang sedang dibahas,” kata Wahyu.

Seperti diberitakan, tol Kepanjen merupakan lanjutan dari proyek tol Mapan (Malang-Pandaan). Rencananya, start dari Madyopuro (Kota Malang), kemudian mengarah ke Bululawang, Pakisaji, Gondanglegi, dan Kepanjen. Belum ada kepastian rute yang dilintasi, namun finish di Kepanjen.

Proyek yang diperkirakan menghabiskan biaya Rp 7 triliun ini sudah molor dari perencanaan awal. Mulanya, proyek ini ditargetkan mulai dibangun 2021, kemudian beroperasi pada 2024 depan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda bakal dimulai pembangunan.(fin/dan) Editor : Mahmudan
#kabupaten Tulungagung #jalan #tol kepanjen