Investornya dari Prancis. Nilai investasinya sekitar Rp 3 triliun. Pabrik yang berlokasi di Jalan Raya Bulupayung 1, Krebet, Kecamatan Bululawang itu diperkirakan bisa menyerap ribuan tenaga kerja. “Potensinya luar biasa. Insya Allah, butuh sekitar 3.500-an tenaga kerja. Inilah manfaat Pemkab Malang buka investasi,” ujar Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, kemarin.
Didik mendorong para investor untuk pemberdayaan tenaga lokal. Sebelum membuka ruang penanaman modal di Kabupaten Malang, sudah ada syarat tersebut sehingga manfaatnya bisa dirasakan warga Bumi Kanjuruhan.
“Kita juga lihat lingkungan sekitar pabrik tersebut. 3500-an tenaga kerja pasti butuh makan. UMKM di sekitar pabrik juga bakal terdampak positif. Ada perputaran ekonomi di situ,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang itu menyebut, pabrik ragi ini bisa menjadi pemasukan perpajakan bagi negara. Pendapatan dari pajak tersebut bakal memperkuat postur Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang.
Setelah itu, Didik melihat pabrik ini akan menyerap bahan baku dan material produksi.
“Yang kita lihat, bahan baku ragi, satu di antaranya tetes tebu. Pasar tetes tebu di Kabupaten Malang akan naik. Karena selain untuk produksi alkohol, sekarang tetes tebu bisa untuk ragi. Peluang besar, nilai tebu akan semakin tinggi. Para petani tebu juga bisa lebih sejahtera,” sambung Didik.
Dia menegaskan, Pemkab Malang menyasar investasi menyeluruh yang seperti ini. Pada tahun pertama Malang Makmur, Didik sudah bisa membuktikan manisnya peluang investasi di Bumi Kanjuruhan. Karena itu, ke depannya Didik mengaku bakal mendorong lebih lagi penanaman investasi.
“Sudah ada 1-2 hotel berbintang yang berdiri. Akan tambah dua lagi dalam kurun waktu yang tak terlalu lama,” katanya. ”Ada pula investasi pembangunan perguruan tinggi, SMA taruna dari Kemenhan, serta Politeknik Pariwisata dari Kemenparekraf,” tutup Didik.(fin/dan)
Editor : Mahmudan