Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

75 Rumah Terendam Banjir, Kades Terseret Arus

Mahmudan • Kamis, 10 Maret 2022 | 17:30 WIB
Dua warga Desa Srigading sedang membersihkan lumpur akibat banjir, sejak Selasa malam (8/3)
Dua warga Desa Srigading sedang membersihkan lumpur akibat banjir, sejak Selasa malam (8/3)
LAWANG – Lima desa di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang diterjang banjir, Selasa malam (8/3). Akibatnya, 75 rumah terendam banjir, puluhan ribu hewan ternak raib, dan seorang kepala desa (kades) sempat terseret derasnya arus banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat desa dan kelurahan di Lawang yang dilanda banjir. Di antaranya, Desa Ketindan, Desa Srigading, Desa Sidoluhur, Desa Lawang, dan Kelurahan Kalirejo.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini di lokasi, bencana banjir diawali dengan guyuran hujan deras sejak pukul 13.00. Setelah berlangsung hampir enam jam, yakni sekitar pukul 17.45, rumah-rumah penduduk mulai terendam air. Di Desa Srigading misalnya, dari dua RW saja terdapat 75 rumah yang terendam banjir. Banjir itu dipicu sungai Srigading tidak mampu menampung luapan air hujan. Kemudian material kayu yang terbawa aliran sungai menumpuk dan menyumbat jembatan.

Kepala Desa (Kades) Srigading Hadari menceritakan kronologi banjir di desanya. ”Saat saya menolong warga yang rumahnya terendam banjir, saya sempat terbawa arus sekitar 60 meteran. Untung ada tetangga yang mengejar saya. Kalau tidak ditolong saya akan hanyut juga,” kata Hadari, kemarin.

Dia membenarkan bahwa 75 rumah yang terkena banjir. Rumah mereka tidak hanya terendam banjir, tapi juga tertimbun material tanah. “Saya dan masyarakat bergotong royong membersihkan tumpukan kayu dan sampah di rumah-rumah warga,” ungkap dia.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, peristiwa banjir di lima desa itu disebabkan intensitas hujan yang tinggi. “Banjir itu menyerang rumah warga disertai lumpur sekitar jam 17.45,” kata dia.

Selain korban di desa Srigading, Sadono juga mengungkap imbas banjir di desa lainnya.  “Jalan Ngamarto satu orang hanyut. Di Desa Ketindan ada 3 rumah terendam dan akses terputus akibat longsor. Di Kelurahan Kalirejo ada 7 unit sepeda motor tertimbun longsor,” beber Sadono.

Banjir itu baru surut beberapa jam kemudian. Hingga tadi malam, pihaknya bersama pemangku wilayah masih membersihkan material lumpur di lokasi banjir. “Membersihkan lubang sungai yang tersumbat dan membersihkan beberapa lokasi yang terkena longsor,” tutup Sadono.

Kemarin (9/3), wartawan koran ini juga mendatangi desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang. Salah satu warga, Sutarji, 62 mengaku kehilangan 2.000 hewan ternak. ”Dua ribu ekor bebek ludes tertimbun longsor,” keluhnya.

Pria yang juga Ketua Paguyuban Kelompok Ikan di Desa Sumberngepoh itu juga kehilangan puluhan ribu ikan. Yakni 30.000 ikan koi impor dan 50.000 ekor ikan nila.

Sementara itu, kemarin Wakapolres Malang Kompol Rizky Tri Putra didampingi Kabagops Kompol I Made Prawira dan Kapolsek Lawang Kompol Yatmo meninjau lokasi banjir di Lawang. “Banjir di Desa Srigading diakibatkan material pohon dan akar pohon bambu yang menyumbat aliran sungai,” kata Rizky. ”Alhamdulillah banjir sudah surut. Saat ini sedang proses pembersihan material lumpur di sekitar lokasi," sebutnya.(rb1/fin/dan)

  Editor : Mahmudan
#lawang #Banjir #Kabupaten Malang