Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keluarga Bagus di Tulungagung Masih Berduka

Mardi Sampurno • Selasa, 19 April 2022 | 19:30 WIB
MASIH BERDUKA: Suasana berkabung di rumah duka keluarga Bagus Prasetya Lazuardi, 25, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, kemarin (18/4/2022). Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) ini tewas dan mayatnya ditemukan di Purwodadi
MASIH BERDUKA: Suasana berkabung di rumah duka keluarga Bagus Prasetya Lazuardi, 25, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, kemarin (18/4/2022). Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) ini tewas dan mayatnya ditemukan di Purwodadi
SEMENTARA itu, perasaan sedih masih tampak di wajah dokter Tutit Lazuardi yang tidak lain adalah ayah Bagus. Dia merasa benar-benar terpukul atas kematian putranya yang jasadnya ditemukan di sebuah lahan kosong Desa Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, pada 12 April 2022.

Ketika ditemui di kediamannya, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, kemarin (18/4), dokter spesialis kandungan itu baru saja selesai memperingati tujuh hari kematian Bagus. Tutit mengaku sama sekali tidak tahu menahu perkembangan pengusutan kematian Bagus. Dia cenderung menghindari kabar perkembangan kasus itu, baik dari polisi, media massa dan teman-temannya. ”Sejak anak saya meninggal dunia, saya sudah tidak melihat pemberitaan di media massa. Penyelidikan kasus saya serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Karena saya masih tidak kuasa melihat kasusnya dan masih butuh ketenangan,” tutur Tutit.

Namun dia membenarkan kabar bahwa pelaku yang merupakan ayah tiri dari pacar Bagus pernah berkunjung untuk takziah. Momen itu terjadi pada Rabu sore (13/4) . TS yang disebut-sebut sebagai pacar Bagus juga ikut datang bersama ibunya. Bahkan Tutit mengaku sempat mengobrol dengan pelaku yang selama ini disebut polisi dengan inisial ZI itu. Pada pertemuan itu, TS mengaku sebagai teman dekat sekaligus adik tingkat Bagus di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.

Keduanya baru saling kenal satu sama lain selama sebulan, saat sama-sama menjalani praktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Wlingi, Kabupaten Blitar. ”Kalau foto yang beredar itu, TS dan keluarganya saat akan pulang takziah. Mereka memang foto bersama kami, seperti tamu yang lain. Dimungkinkan yang menyebarkan foto itu TS atau teman-teman dari Malang,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Tutit mengaku masih dalam masa berkabung dan ingin menenangkan hati. Terakhir kali dia mengikuti proses pengusutan oleh kepolisian pada saat proses otopsi Bagus di rumah sakit. Saat itu Tutit juga telah meminta waktu kepada polisi untuk menenangkan diri. Bila sudah siap, pihaknya akan langsung ke Polda Jawa Timur memenuhi panggilan kepolisian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, motif utama pembunuh Bagus Prasetya Lazuardi, 25, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang mayatnya ditemukan di Purwodadi, Pasuruan, 12 April lalu, ternyata sesuai dengan desas-desus yang sudah menyebar beberapa hari terakhir. Ini terungkap kemarin (18/4), Ziath Ibrahim Bal Biyd, 35 tahun, nama lengkap pembunuh Bagus itu dipamerkan kepada awak media oleh penyidik Polda Jatim. (edi/biy/jar/fat)

  Editor : Mardi Sampurno
#tulungagung #Bagus Prasetya Lazuardi #polda jatim #Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya #Terungkap #radar malang #pembunuh