Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sudah Siapkan Empat Lagu bila Arema Juara

Mardi Sampurno • Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:00 WIB
Photo
Photo
Lagu berjudul "salam satu jiwa" dari band APA Rapper of Aremania menjadi salah satu saksi bisu kesuksesan Singo Edan. Diciptakan tahun 2010, tembang tersebut mengiringi perjalanan Arema menjuarai kompetisi Indonesia Super League (ISL) di musim 2009/2010. 

Pungky Ardianto, salah satu personel band beraliran hip-hop itu mengakui bila lagu itu terinspirasi dari kalimat sakral di tim Singo Edan. Dia menyebut bila saat itu hanya butuh waktu sehari untuk menciptakannya. ”Liriknya itu datang tiba-tiba saja, tidak direncanakan. Setelah dapat lirik, langsung ditulis,” kata dia. 

Dia tak menyangka bila lagu itu menjadi familiar sampai saat ini, dan masih sering dinyanyikan di tribun. Awal mula dia tahu lagu itu berkumandang di tribun berkat salah satu temannya. ”Dia menonton Arema di TV. Rasanya saat itu langsung merinding, sampai sekarang saya cerita ini juga masih merinding,” kata Pungky. 

Sejak awal menyebarkan karya tersebut, dia mengaku turut menyematkan doa agar lagu itu bisa diterima Aremania. Usut punya usut, Pungky menyebut bila lagu itu awalnya tersebar lewat bluetooth dari HP salah satu Aremania ke Aremania yang lainnya. Hingga lagu itu akhirnya sampai ke telinga dirigen Aremania Yuli Sumpil. Kemudian mereka mencobanya di tribun, dan ternyata mendapat respons positif dari suporter Singo Edan. 

Pungky menyebut bila APA Rapper sudah menyiapkan lagu baru untuk Arema. Namun baru akan dikeluarkan bila Singo Edan menjadi juara liga. Alumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu mengaku sudah menyiapkan empat lagu sebagai ”hadiah” jika Arema menjadi juara liga. ”Ketika kemarin (musim lalu) mau juara, sudah siap-siap mau rilis lagu baru. Tapi karena di akhir-akhir gagal juara, maka lagunya saya simpan dulu,” kata dia. 

Selain APA Rapper of Aremania, ada juga band Terraces 88, yang terbentuk sejak 2019. Kehadiran mereka turut menambah warna dalam lagu-lagu bernuansa Arema. Sebab mereka mengusung genre Ska. 

Band itu lahir dari teman nongkrong di tempat ngopi. ”Dengan band ini kami bisa mengeluarkan karya, dibanding hanya nongkrong tidak jelas. Semua lagi kami merupakan perjalanan hidup nonton Arema,” kata Yuli Sumpil, personel band itu. 

Dari 13 lagu yang sudah mereka ciptakan, ada satu lagu yang berjudul ”Pahlawanku”, yang kini sudah cukup familiar. Itu menjadi lagu wajib yang dikumandangkan Aremania untuk mengapresiasi kerja keras pemain seusai laga. ”Lagu Pahlawanku ini sebenarnya tidak hanya untuk Arema. Tapi bisa secara luas, penghormatan kepada pahlawan nasional maupun timnas sepak bola,” tambah Yuli. 

Pria yang menjadi dirigen Aremania itu menyebut bila lagu itu terinspirasi dari perjuangan pendiri Arema. Serta perjuangan Aremania yang telah berpulang. ”Maka dari itu di dalamnya ada lirik: sejarah tak akan terlupa,” jelas Sam Jules, sapaan karibnya. 

Belakangan, lagu berjudul ’tanah kejayaan’ juga mulai familiar di kalangan Aremania. Dengan liriknya yang sarat makna, lagu itu bahkan sempat diusulkan menjadi chant ketika Arema FC usai berlaga. Lagu tersebut dibuat oleh band Corner Side tahun 2020, tepatnya pada bulan Mei. Lagu itu menjadi hadiah ulang tahun Arema yang ke-33. 

Penciptanya adalah Mahardika Nanang Susilo. Dia mengungkapkan bila tembang itu terinspirasi dari tulisan Malang Glory Land, yang ada di bangunan dekat Alun-Alun Kota Malang. Menurut Mahardika, lagu itu sengaja berkisah tentang warga yang bangga menjadi Arek Malang berkat ada tim Arema. 

Selain itu, juga ada penggalan lirik yang dipersembahkan untuk orang di luar Malang yang mencintai Arema. ”Mereka bukan orang Malang tapi mencintai kota ini, dan Arema lebih dari dirinya sendiri. Sehingga patut diapresiasi,” tuturnya. 

Dia berharap tembang itu bisa menambah motivasi pemain Singo Edan. ”Semoga mereka yang di lapangan bertambah secara semangat juang, juga mentalnya semakin kuat. Karena suporter itu pengorbanannya banyak,” tandasnya. (adk/by) Editor : Mardi Sampurno
#aremania #hut arema #lagu #Tim Singo Edan #Arema