Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Patung Manusia Sampah Numpuk Tak Terurus, Dalih DLH Masih Direncanakan

Mardi Sampurno • Selasa, 23 Agustus 2022 | 23:17 WIB
SAMPAH BARU: Patung manusia sampah yang pernah dipajang di taman balai kota kini numpuk jadi sampah. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
SAMPAH BARU: Patung manusia sampah yang pernah dipajang di taman balai kota kini numpuk jadi sampah. (AFIFAH RAHMATIKA/RADAR BATU)
KOTA BATU – Patung manusia sampah yang pernah di pajang di depan Balai Kota Among Tani kini benar-benar menjadi sampah yang tidak berguna. Bahkan rencana memajang patung di sejumlah titik setelah dipajang di depan balai kota juga sepertinya tidak dilakukan.

Kini patung-patung kontroversial tersebut numpuk tak terurus di TPA Tlekung. Padahal, dulu rencananya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan memajang di sejumlah titik, dengan tujuan sebagai edu kasi agar masyarakat mengelola sampah dengan baik. Melihat kondisi yang sekarang ini bisa dikatakan makin menguatkan komentar DPRD Kota Batu yang mengatakan kegiatan tersebut bersifat inkonsistensi dari rencana awal, alias amburadul hanya dikerjakan sebagai penggugur kewajiban saja.

“Memang patung-patungnya masih kita simpan dulu. Karena kita juga butuh perenc anaan bagaimana membuat mon umen sampah ini agar ber n ilai seni dan menambah kesadaran masyarakat untuk peduli tentang sampahnya,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aries Setiawan.

Disinggung terkait bagaimanakah patung-patung itu akan diperlakukan, dirinya tak bisa menjawab banyak. Hanya menjelaskan jika semua kegiatan butuh perencanaan. Sehingga tak bisa grasa-grusu dilakukan begitu saja.

“Kalau ditekan untuk ditanyai kapan bakal dilakukan, minggu depan atau kapan. Kita itu manusia biasa. Saya nggak mau dalam pekerjaan karena terburu-buru malah hasilnya nggak maksimal,” jelas dia.

Aries juga menuturkan bahwa semua kegiatan nanti akan bergantung pada seniman
yang telah diajak kerja sama. Termasuk bentuk, konstruksi penyangga, dan kegiatan detail lainnya. “Ya pokoknya setahu saya memang mau dibuat monumen candi. Untuk bentuknya yang tahu para seniman. Patungpatung itu nanti tidak langsung ditata. Tapi di-press dulu terus dibuat sebagai candi,” papar dia.

Sementara itu, dari pantauan koran ini hanya ada 4 patung yang terpasang di area parkir dekat kantor TPA Tlekung. Sisanya tidak ditata dengan baik karena kemungkinan min imnya tempat. Apalagi, cara penga manannya hanya ditutup terpal begitu saja. (fi f/ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno
#Kota Batu #Patung Sampah #DLH Batu