Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Banyak Peluang Yang Terbuang

Mardi Sampurno • Senin, 29 Agustus 2022 | 22:47 WIB
BELUM BERUNTUNG: Adam Alis melepaskan tendangan kaki kanan di menit ke-11 laga tadi malam. Sayangnya, sepakan itu masih membentur tiang gawang Persija Jakarta. (DARMONO/RADAR MALANG)
BELUM BERUNTUNG: Adam Alis melepaskan tendangan kaki kanan di menit ke-11 laga tadi malam. Sayangnya, sepakan itu masih membentur tiang gawang Persija Jakarta. (DARMONO/RADAR MALANG)
KABUPATEN – Pertahanan terbaik adalah menyerang. Kalimat itu belum tentu terbukti kebenarannya. Contohnya tersaji tadi malam, saat Arema FC menjamu Persija Jakarta. Tak seperti biasanya, Singo Edan bermain dengan tempo tinggi. Skema serangan banyak dimulai dari kedua sisi sayap. Hasilnya, beragam peluang mampu diciptakan anak asuh Eduardo Almeida. Namun selama 90 menit laga berlangsung, plus lima menit tambahan waktu, tidak ada satu pun gol yang tercipta. Sebaliknya, kubu Persija Jakarta yang tampil dengan tempo lebih lambat dan banyak menunggu di lini tengah mampu mencuri gol terlebih dahulu. Kekalahan di pekan ketujuh Liga 1 harus diterima Arema FC dan pendukungnya dengan lapang dada. 

Menanggapi kekalahan tipis timnya, Pelatih Kepala Arema FC Eduardo Almeida terlihat cukup kecewa. ”Hari ini tim kami lebih banyak menekan dari pertandingan sebelumnya. Tapi usaha kami untuk membuat skor tidak terjadi,” kata dia saat press conference. Dia sadar bila efisiensi menjadi problem timnya yang harus dituntaskan ke depannya. Eduardo juga menyebut bila Persija Jakarta hanya sedikit membuat peluang di laga tadi malam, namun sukses mengonversikannya menjadi gol. 

versikannya menjadi gol. Di depan awak media, Eduardo juga menegaskan sikapnya terhadap tuntutan keluar dari tim Arema FC. ”Saya tidak akan keluar. Saya akan berusaha terus untuk memberikan yang terbaik untuk tim. Saya pikir pemain masih terus percaya kepada saya,” tegasnya. Pelatih asal Portugal itu sadar bila tuntutan untuk itu terus menggema di media sosial dan media massa.

Pada laga tadi malam, tim asuhan Eduardo sebenarnya sudah tampil menyerang sejak menit-menit awal. Dua sektor sayap menjadi andalan mereka untuk melancarkan serangan. Di menit ke-11, Adam Alis sudah memberikan ancaman lewat tendangan kaki kanannya. Sayangnya, sepakan itu masih membentur tiang gawang Persija. Tercatat, sepanjang babak pertama ada tiga peluang emas yang diciptakan Singo Edan. 

Contoh peluang lainnya tercipta dari kaki kanan Ilham Udin di menit ke-23. Sudah berhadap hadapan langsung dengan kiper Persija, sayang tendangannya masih melebar. Sementara dari kubu Persija Jakarta, mereka lebih banyak memanfaatkan serangan balik. Riko Simanjuntak, Firza Andika, Abdulla Yusuf, dan Michael Krmencik jadi andalan kubu Macan Kemayoran untuk membangun serangan. Meski hanya mengandalkan beberapa serangan balik, mereka lebih beruntung. 

Sebab mampu mencuri keunggulan di menit ke-44. Ialah Krmencik yang menjadi aktornya. Dengan dua sentuhan saja, dia mampu memperdaya Sergio Silva dan Adilson Maringa. Pasca gol itu, Singo Edan sebenarnya mendapat satu peluang lewat tendangan penjuru di menit ke-46. Namun peluang itu mampu ditepis kiper Andritany Ardhiyasa. Skor 0-1 untuk keunggulan Persija pun menyudahi interval pertama.  

Di babak kedua, Arema FC tetap tampil menekan. Untuk menambah variasi serangan. Sejumlah pemain dimasukkan. Seperti Gian Zola, Muhammad Rafli, Evan Dimas, dan Hanis Saghara. Sederet peluang mampu diciptakan. Seperti diciptakan Abel Camara di menit ke-58. Sayang sontekannya masih bisa ditepis Andritany. 

masih bisa ditepis Andritany. Sebaliknya, di interval kedua kubu Persija tampak memperkuat pertahanannya. Resky Fandi dan Rio Fahmi dimasukkan pelatih Thomas Doll untuk memutus aliran bola Arema FC. Persija juga lebih banyak menumpuk pemain di garis pertahanannya. Cara itu pun sukses membuat penggawa Singo Edan kesulitan dalam membangun serangan. 

Di pengujung babak kedua, cukup banyak peluang yang diciptakan Arema FC. Seperti dilakukan Jhon Alfarizi di menit ke-90+4. Namun lagi-lagi kiper Andritany mampu tampil cemerlang. Skor 0-1 untuk Persija pun berakhir hingga wasit Thoriq Alkatiri meniup peluit akhir.

Pasca laga, gelandang Singo Edan Gian Zola juga menunjukkan rasa kecewanya. ”Tentunya kami tidak menerima kekalahan ini. Tapi kami akan berusaha untuk lebih baik ke depannya,” terang dia. 

Sementara itu, Pelatih Kepala Persija Jakarta Thomas Doll menyebut bila pertandingan tadi malam cukup ketat. ”Pertandingan yang sulit. Kedua tim bertarung habis-habisan sampai menit akhir,” kata dia. Diserang Arema FC sejak menit-menit awal, dia mengakui timnya sempat kewalahan. ”Namun secara perlahan kami mulai meningkat, lalu membuat gol lewat Krmencik,” imbuhnya

Apresiasi khusus dia berikan kepada kiper Andritany, yang tampil tangguh sepanjang laga. ”Dia memainkan level terbaiknya sampai akhir pertandingan,” tambah pelatih asal Jerman itu. Kemenangan di Stadion Kanjuruhan tadi malam juga menyudahi rekor buruk timnya, yang susah menang di kandang Singo Edan dalam 19 tahun terakhir. ”Sekarang saya tahu kenapa itu terjadi, karena Arema FC tim yang kuat,” tambah dia. 

Sementara itu, wing back Persija Rio Fahmi mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan tipis tadi malam. ”Ini laga sulit, karena kami bermain tandang. Tekanan juga tinggi. Tapi, kami berusaha keras untuk mewujudkan target tim, dan alhamdulillah menang,” terang dia kepada awak media. Dia mengakui bila kemenangan di laga sebelumnya turut menambah motivasi rekan-rekannya. (gp/by) Editor : Mardi Sampurno
#Arema FC #AREMA PERSIJA #Tim Singo Edan #arema fc vs persija jakarta