Prof Dr Maskuri MSi mengatakan dalam konferensi pers Selasa (4/10), bahwa beasiswa yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan Unisma kepada para korban maupun keluarganya yang terdampak insiden tersebut. Maka bantuan yang diberikan Unisma menjadi bagian dari ikhtiar kampus tersebut untuk meringankan beban putra putri yang kehilangan orang tuanya dalam insiden itu.
"Ini kepedulian dan keprihatinan kami. Terutama bagi yang orang tuanya wafat di tragedi Kanjuruhan itu. Kemarin (1/10) sungguh tragedi yang meninggalkan duka mendalam,"ucap dia.
Prof Maskuri bercerita, saat berkunjung ke salah satu keluarga korban. Keluarga korban mengatakan bahwa almarhum meninggal dengan kondisi sekujur tubuh yang baik dan utuh.
“Kami tidak tahu apalah faktor gas air mata atau sebagainya. Yang jelas, kami yang datang kesana mendapat cerita dari orangtuanya bahwa setelah dilihat sekujur tubuhnya tidak ada yang luka, bahkan lebam terkena benturan. Itu (luka) tidak ada,” urainya.
Putra-putri korban akan diberikan beasiswa untuk menempuh pendidikan di Unisma. Beasiswa ini baik yang sudah berkuliah di Unisma atau yang tahun depan baru masuk kuliah.
"Beasiswa yang diberikan oleh Unisma ini berupa pembebasan biaya SPP. Memang kita lihat anak ini serius betul, punya tekad kuat untuk belajar. Terlebih sampai punya prestasi, kita akan berikan beasiswa,”kata dia.
Wakil Rektor 4 Bidang Kelembagaan, Publikasi, dan Teknologi Informasi, Dr Ir Istirochah Pujiwati MP, mengatakan pihaknya akan segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait program bantuan beasiswa yang akan diberikan. Mulai dari syarat dan dokumentasi diperlukan oleh calon pendaftar. Pengumuman beasiswa pun akan dimasifkan melalui flayer digital.
“Kami akan umumkan, agar masing-masing fakultas bagi bapak/ ibu atau orang tuanya yang menjadi korban tragedi Kanjuruhan mengetahui beasiswa ini. Nanti disertai dengan bukti dokumen bahwa memang benar orang tuanya menjadi korban. Itu yang akan diberi beasiswa,”tutupnya. (Rof) Editor : Indra Andi