Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Curanmor di Malang 344 Kasus Setahun, Lowokwaru Paling Rawan

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 3 Februari 2023 | 20:30 WIB
RILIS : Satreskrim Polresta Malang Kota merilis penangkapan pelaku curanmor di Matos, Agustus 2022 lalu. Kecamatan Lowokwaru paling rawan pencurian motor (Suharto/Radar Malang)
RILIS : Satreskrim Polresta Malang Kota merilis penangkapan pelaku curanmor di Matos, Agustus 2022 lalu. Kecamatan Lowokwaru paling rawan pencurian motor (Suharto/Radar Malang)
 

MALANG RAYA - Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Malang raya cenderung naik setelah pandemi Covid-19 melandai. Itu terjadi di dua daerah, yakni Kota Malang dan Kota Batu.

Sepanjang 2022 lalu, Polresta Malang Kota dan Polres Batu mencatat ada peningkatan laporan kasus curanmor dibandingkan tahun sebelumnya.

Bila ditotal, sepanjang tahun lalu ada 344 laporan curanmor di Malang raya (selengkapnya baca grafis di laman terakhir).

Penurunan kasus hanya tercatat di Kabupaten Malang saja. Sementara jumlah kasus terbanyak dibukukan Polresta Malang Kota.

Sepanjang tahun lalu, mereka mencatat ada 301 kasus curanmor. Dari total laporan yang diakomodasi itu, 245 kasus di antaranya berhasil diungkap polisi.
Baca Juga : Aksi Ketahuan, Pelaku Curanmor Cabut Celurit.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Bayu Febrianto Prayoga mengatakan, tren peningkatan kasus curanmor juga masih tersaji sampai tahun ini.

Sepanjang Januari lalu, pihaknya telah menerima 56 laporan kehilangan kendaraan bermotor. ”Dari total itu, 20 perkara di antaranya berhasil diselesaikan,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang.

Tahun sebelumnya, dia menyebut bila per bulan rata-rata ada 26 laporan curanmor yang masuk.

Dengan perbandingan kasus yang masuk sepanjang Januari lalu, kewaspadaan terhadap tindak curanmor perlu ditingkatkan. Terlebih, saat ini Kota Malang sudah dipenuhi oleh pelajar dan mahasiswa.

Dua kelompok itu mendapat perhatian khusus dari polisi. Sebab, mahasiswa kerap menjadi korban curanmor.

Bayu, sapaan akrabnya, juga menyebut bila Kecamatan Lowokwaru menjadi wilayah dengan laporan curanmor tertinggi. ”Sebab, di sana kan wilayahnya banyak kampus, kos-kosan, dan kafe,” kata dia.

Bayu mengakui bahwa tidak semua kasus curanmor bisa terungkap. Sebab, selama ini pihaknya banyak terkendala dengan alat bukti untuk mendukung pengungkapan.

”Jadi kami itu sangat diuntungkan ketika di sekitar lokasi (pencurian) terdapat CCTV,” kata dia.

Bayu mengatakan bila keberadaan CCTV merupakan salah satu instrumen vital dalam pengungkapan kasus curanmor. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Selama ini, pelaku curanmor yang berhasil tertangkap mengaku tidak tergabung dalam sebuah jaringan.

Meski begitu, pelaku-pelaku yang tergabung dalam jaringan tersebut juga kerap melakukan aksinya dengan kelompok kecil.

Untuk meminimalisir kasus curanmor, pihaknya meningkatkan kegiatan patroli di kawasan-kawasan rawan. Misalnya tempat-tempat keramaian.

Meski begitu, pihaknya tetap berharap masyarakat menerapkan standar keamanan ganda.

”Jadi tidak hanya dikunci ganda ya, tapi juga ada alat pengamanan lainnya yang menunjang. Seperti gembok pada cakram dan sebagainya,” harap dia.
Kota Batu Disatroni Curanmor Jaringan Pasuruan dan Lumajang

Serupa dengan Kota Malang, kasus curanmor di Kota Batu juga mengalami peningkatan. Itu bisa dilihat dari data yang direkap Polres Batu sejak 2021 lalu.

Kasat Reskrim Polres Kota Batu AKP Yussi Purwanto SH MH juga mengiyakannya.

”Selain dilakukan secara berkelompok, ada juga kasus yang dilakukan tersangka secara individu,” kata dia.

Yussi mengakui bila pengungkapan kasus curanmor selama ini banyak didukung dengan adanya CCTV.

Dari rekaman kamera pengintai itu, pihaknya bisa dengan leluasa mengetahui plat nomor kendaraan tersangka. Juga ciri-ciri tersangka.
Baca Juga : Spesialis Curanmor dari Jember dan Lumajang Didor di Malang.

Meski begitu, dia menyebut bila proses penangkapan tersangka tak selalu berjalan mudah. ”Apalagi jika mereka berkelompok, kami harus melakukannya dengan penuh kehati-hatian,” jelas Yussi.

Sebagai contoh, pada Januari 2023, Yussi menyebut ada dua kelompok curanmor yang berhasil ditelusuri Polres Batu.

Di antaranya, kelompok dari Lumajang dan kelompok dari Pasuruan. Keduanya sudah melakukan aksi curanmor di wilayah Kota Wisata Batu.

”Kelompok dari Lumajang ini punya jangkauan curanmor di 10 TKP. Sedangkan, kelompok dari Pasuruan memiliki cakupan 9 TKP (6 TKP di Batu dan 3 TKP wilayah Karangploso),” jelasnya.

Yussi melanjutkan, dari aksi curanmor pada awal 2023 ini, pihaknya berhasil menangkap dua pelaku, yang berinisial MW dan MK. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Keduanya berasal dari Pasuruan. Aksi pencurian dilakukan kedua tersangka di depan Pos Pendakian Gunung Arjuno-Gunung Welirang, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, 2 Januari lalu.

Sebelum ditangkap, tersangka MW sempat melakukan pencurian pada tanggal yang sama. Yakni, di kawasan pos penjagaan Perhutani di Pemandian Air Panas Cangar, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

”Jadi, korban melapor dan pihak kami melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di wilayah Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, 3 Januari lalu,” paparnya.

Photo
Photo
GELANDANG : Tersangka curanmor digelandang di Mapolresta Malang Kota. (Suharto/Radar Malang)

Dia menyebut bila tersangka MW merupakan residivis, dan sudah tiga kali keluar-masuk penjara dengan kasus yang sama. ”Tiga temannya kini menjadi DPO (daftar pencarian orang),” bebernya.

Berdasarkan keterangan tersangka MW itu lah jajaran Satreskrim Polres Batu berhasil mengamankan penadah berinisial MK di Pasuruan.

Yussi mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan kasus curanmor. Pasalnya, pelaku dapat melakukan aksinya kapan pun dan di mana pun.

”Selain itu, juga penting pemasangan CCTV dengan resolusi tinggi di tempat umum. Terutama di jalan-jalan,” tambahnya. Itu menjadi salah satu pendukung pihaknya untuk mengungkap kasus curanmor.
2022, Polres Malang Catat Penurunan Kasus Curanmor

Berbeda dengan dua daerah tetangga, kasus curanmor di Kabupaten Malang cenderung menurun. Itu bisa dilihat dari pendataan Polres Malang sejak 2020.

Saat itu, mereka mencatat ada 108 kasus curanmor. Dari total itu, 49 kasus bisa diungkap dan 42 tersangka telah diamankan.

Sejak 2021 hingga awal tahun ini, jumlah kasusnya terus menurun. ”Untuk tahun 2023 ini, masih ada satu kejadian dan sudah berhasil diungkap. Kami mengamankan satu tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Malang Iptu Wahyu Rizki Saputro, kemarin (2/2).

Dari pengamatannya, motor jenis matic masih menjadi incaran utama pelaku curanmor. ”Karena itu saya sarankan dikunci ganda. Kalau perlu tambah kunci lagi selain kunci bawaan,” imbau Rizki.
Baca Juga : Marak Curanmor, Minim Laporan.

Dia berharap ke depan masyarakat lebih pro aktif melaporkan kasus curanmor. Sehingga pihaknya bisa mendalaminya lebih leluasa.

Imbauan itu memang berdasar, sebab Rizki mengakui bila kesadaran masyarakat untuk melapor masih kurang. ”Sehingga tidak setiap kejadian dilaporkan,” kata dia.

Sebagai upaya pencegahan, Rizki mengaku bila jajarannya sering melaksanakan koordinasi dengan sejumlah pihak.

Selain imbauan, ada juga tahap pembinaan. Seperti dilakukan untuk warga-warga yang biasa berjaga di Pos Kamling. ”Harapannya jika ada maling motor, dengan segera bisa tertangkap,” sebut dia. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Pihaknya juga rutin melakukan patroli pada jam-jam rawan. Dari kasus yang telah diungkap, pihaknya juga terus melakukan pengembangan.

”Dari situ, terkadang kami bisa menangkap tersangka baru,” tutup dia. (dre/nif/ifa/by)
Data Kasus Curanmor di Malang raya

Kota Malang

2021

2022

2023 (Januari)

 Kota Batu

2021

2022

2023 (Januari)

Kabupaten Malang

2021

2022

2023 (Januari)

Sumber: Satreskrim Tiga Polres di Malang raya(*) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#lowokwaru ##curanmordikotamalang ##curanmordimalang #radarmalang #Kampus ##malingmotordidor ##jawaposradarmalang ##pencurianmotor ##malingmotor