Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Angka Kematian Tinggi Tak Diimbangi dengan Lahan Pemakaman

Aditya Novrian • Senin, 20 Maret 2023 | 17:40 WIB
KAJI ULANG: Kondisi TPU Madyopuro setelah diguyur hujan. DLH berencana mengkaji ulang perluasan TPU Madyopuro yang disarankan memakai lahan 1,5 hektare di Kelurahan Lesanpuro. (suharto/radar malang)
KAJI ULANG: Kondisi TPU Madyopuro setelah diguyur hujan. DLH berencana mengkaji ulang perluasan TPU Madyopuro yang disarankan memakai lahan 1,5 hektare di Kelurahan Lesanpuro. (suharto/radar malang)
ANGKA kematian di Kota Malang mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2021 misalnya, dalam setahun ada 3.489 warga yang meninggal. Kemudian pada 2022 lalu, angka kematian kembali meningkat hampir dua kali lipat.

”Pada 2022 tercatat ada 5.051 warga yang meninggal dunia,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Erny Fatma Setyoharini. Erny menambahkan angka kematian terus meningkat karena sejumlah faktor. Salah satunya yakni kasus Covid-19 yang merebak.

Dari lima kecamatan, Kecamatan Blimbing menjadi yang paling banyak menyumbang angka kematian. ”Dari data yang kami dapat dari dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Kota Malang, sebanyak 2.819 kematian terjadi di Kecamatan Blimbing selama 4 tahun terakhir (2019-2022)” bebernya. Angka tersebut merupakan 24,5 persen dari total keseluruhan kematian di Kota Malang sebanyak 11.497 selama 4 tahun.

Pada bulan Desember 2022, kematian yang terjadi di Kecamatan Blimbing sudah sebanyak 1.158 jiwa. Meningkat drastis selama dua tahun terakhir. Di mana tahun 2021 sebanyak 328 kematian yang terjadi di kecamatan tersebut. Sedangkan Kecamatan Klojen menempati posisi paling bawah dengan 1.877 kematian selama 4 tahun terakhir.

”Kami mencatat juga dua tahun terakhir banyak peningkatan angka kematian, apalagi jika dibanding 2019 lalu,” jelas Erny. Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 1.624 warga Kota Malang meninggal. Sedangkan pada 2020 turun menjadi 1.333 warga yang meninggal.

Tentu dengan adanya angka kematian yang tinggi, daya tampung TPU perlu ditambah. Jika tidak, maka ke depan bisa saja dalam satu liang lahad menampung lebih dari satu jenazah. (dur/adn)

  Editor : Aditya Novrian
#bps #TPU #Pemkot Malang #Info malang #lahan kritis #Kota Malang #radar malang