Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rawan Konflik, Lokasi Coblosan Pilkades di Kabupaten Malang Dipasangi CCTV

Ahmad Yani • Senin, 8 Mei 2023 | 18:00 WIB
BANYAK KONTESTAN: Baliho berisi profil lima kandidat yang meramaikan Pilkades yang akan digelar di Desa Rembun, Kecamatan Dampit. (Haikal/Radar Malang)
BANYAK KONTESTAN: Baliho berisi profil lima kandidat yang meramaikan Pilkades yang akan digelar di Desa Rembun, Kecamatan Dampit. (Haikal/Radar Malang)
KEPANJEN – Sejumlah langkah dilakukan Polres Malang untuk pengamanan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 56 desa 14 Mei mendatang. Termasuk mendeteksi potensi kerawanan dan konflik yang mungkin terjadi. Pemasangan CCTV dan penambahan personel dilakukan agar pesta demokrasi di tingkat desa berlangsung damai.

Dari pendataan Polres Malang, ada sejumlah desa yang masuk kategori rawan dalam pelaksanaan Pilkades serentak. Wakapolres Malang Kompol Wisnu S Kuncoro mengatakan, pemetaan wilayah rawan didasarkan pada pelaksanaan Pilkades sebelumnya, yakni tahun 2017 lalu. “Terjadinya chaos sangat mungkin, oleh karena itu kami perkuat di unsur pengamanan,” ujarnya.

Dua desa dengan tingkat kerawanan terjadi konflik tinggi berada di Kecamatan Dampit. Yakni di Desa Amadanom yang memiliki 3 kandidat dan Desa Majangtengah yang diramaikan 2 calon kepala desa.
Sementara lima desa yang masuk daftar rawan adalah Desa Rembun, Kecamatan Dampit; Desa Karangsari, Kecamatan Bantur; lalu ada Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo; Desa Tegalgondo Kecamatan Karangploso; serta Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji.

Untuk pengamanan Pilkades serentak, Polres Malang akan mengerahkan lebih dari 3 ribu personel gabungan. ”Selain dari unsur kepolisian, ada juga dari TNI, Linmas, dan instansi terkait lainnya,” terangnya. Di samping itu, mereka juga membentuk Tim Saber Judi untuk mencegah praktik perjudian selama berlangsung Pilkades.

Menurut Wisnu, pengamanan di desa yang sangat rawan akan disesuaikan dengan petunjuk dari Polda Jatim. Di tiap desa yang menggelar coblosan, akan dikerahkan tiga personel Polri, tiga personel TNI, dan enam personel Linmas. Polisi juga menyiagakan dua Satuan Setingkat Pleton (SST) Brimob. “Yang kami siagakan, posisinya di Polsek Dampit. Namun demikian, tetap (menyesuaikan) info di lapangan, kondisi Brimob ini bisa pindah-pindah,” imbuh Wisnu.

Di samping itu, Polres Malang juga memasang CCTV di desa yang masuk kategori sangat rawan. Wisnu juga mengimbau calon kepala desa (cakades) untuk berada di rumah atau di kantor desa saat pemilihan berlangsung. “Tidak perlu cakades ini datang ke lokasi TPS (tempat pemungutan suara),” pungkas Wisnu.
Sementara itu, Arifianto, Perangkat Desa Amadanom memang tidak menampik jika daerahnya disebut sebagai daerah dengan tingkat konflik yang tinggi. "Namun, bisa dipastikan untuk Pilkades ini akan aman terkendali," ujarnya. Selain itu dia juga menegaskan jika Desa Amadanom bakal aman dan bersih dari perjudian. (rb3/nay)
Editor : Ahmad Yani
#pilkades serentak #pilkades #Kabupaten Malang #pilkades di kabupaten malang