Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

600 Rumah Tidak Layak Huni Masuk Prioritas Perbaikan

Aditya Novrian • Selasa, 27 Juni 2023 | 17:25 WIB
BERUBAH FUNGSI: Beberapa bangunan milik warga di Jalan Muharto, Kelurahan Kotalama dekat dengan Sungai Brantas, kemarin. Pemkot Malang mencatat ada 259 hektare lahan di sempadan sungai berubah tiap tahun. (suharto/radar malang)
BERUBAH FUNGSI: Beberapa bangunan milik warga di Jalan Muharto, Kelurahan Kotalama dekat dengan Sungai Brantas, kemarin. Pemkot Malang mencatat ada 259 hektare lahan di sempadan sungai berubah tiap tahun. (suharto/radar malang)

MALANG KOTA - Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang mendapat renovasi tahun ini diproyeksikan bertambah. Sebab dari 1.500 RTLH, hanya ada sekitar 300 rumah saja yang mendapatkan perbaikan pada tahun ini. Sadar dengan masalah itu, Pemkot Malang berencana menambah RTLH yang akan dibedah.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebut 600 RTLH mendapat prioritas perbaikan pada tahun ini. Jika tak ada aral, dalam waktu dekat dia akan berkonsultasi ke DPRD Kota Malang untuk menambah anggaran.

”Bila pada PAK (perubahan anggaran keuangan) nanti bisa ditambah, maka kami ingin 600 proyek bedah rumah terealisasi," ucap dia, kemarin.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu menambahkan tak ingin ada warganya yang hidup sengsara. Bahkan anggaran yang dibutuhkan juga tak sedikit, pemkot mengestimasi butuh dana Rp 12 miliar. Sebab renovasi satu rumah membutuhkan anggaran Rp 20 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto masih menunggu arahan dari wali kota tersebut. Namun pada tahun ini setidaknya mereka dijatah 206 RTLH yang dibedah.

”Itu jatah dari Kemen-PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” kata pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Sementara dari APBD Pemkot Malang, ada sebanyak 196 RTLH yang siap dibedah. Hanya saja pihaknya masih melakukan finalisasi berkas verifikasi sejak satu bulan lalu.

”Mereka tersebar di 26 kelurahan, jatah terbanyak ada di Kelurahan Balearjosari (Kecamatan Blimbing) dengan 25 RTLH," imbuhnya.

Kemudian disusul Kelurahan Bandulan sebanyak 16 rumah dan Kelurahan Ciptomulyo sebanyak 14 rumah. Ditanya terkait waktu realisasi, Dandung mengaku masih menunggu koordinasi lebih lanjut. Nantinya, setiap warga akan mendapat jatah perbaikan sebesar Rp 20 juta. Terdiri atas Rp 17,5 juta untuk material dan sisanya dialokasikan bagi gaji pekerja.

Di tempat lain, Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang Sulaiman menyebut pada tahun ini pihaknya bersama Baznas Jawa Timur mengalokasikan pembiayaan perbaikan untuk 28 rumah. Sejumlah RTLH yang telah tergarap saat ini ada sebanyak lima rumah.

Tersebar di Kelurahan Merjosari, Lesanpuro, Arjosari, dan Lowokwaru. Sementara sisanya masih menunggu karena jatah untuk 15 rumah yang berasal dari Baznas Jawa Timur belum turun.

”Untuk besaran setiap rumah juga bervariasi antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta," sebut Sulaiman. (mel/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Kota Malang #malang #rtlh #Pemkot