KABUPATEN - Seorang perempuan ditemukan tewas di jalur rel kereta api Desa Banjararum, Kecamatan Singosari tadi pagi (8/7). Penjaga perlintasan Kereta Cipto Prasetyo Raharjo mengaku mengetahui korban sebelumnya berjalan di atas jalur rel KA dari utara ke arah selatan pada pukul 04.30.
Sementara masisnis KA Tumapel Malang-Surabaya yang menabrak korban mengatakan, saat kereta akan melintas, korban sedang duduk di atas rel, tepatnya di sebelah barat pabrik Bentoel. Sebelum tertabrak, sejak di jarak 50 meter masinis telah membunyikan klakson berulang kali. Namun korban tidak bergerak sama sekali sehingga akhirnya tertabrak KA dan terpental sejauh sekitar 50 meter.
Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik mengungkapkan saat melakukan evakuasi jenazah, polisi tidak menemukan satu pun identitas pada jenazah tersebut. "Pada saku celana Korban hanya ditemukan uang sejumlah Rp 25 ribu," lanjutnya.
Saat itu korban mengenakan pakaian warna hitam bertuliskan 'Angel' serta celana warna senada. Dikatakan Taufik, usai diperiksa, diketahui korban mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya. Terdapat luka terbuka pada kaki kiri dan kanan, patah tulang pada tangan kiri, serta luka terbuka pada bagian kepala.
Saat ini jenazah sudah dibawa ke kamar mayat RS Saiful Anwar guna dilakukan visum. Sementara itu, setelah dilakukan penyelidikan oleh personel Inafis Satreskrim Polres Malang, berdasarkan sidik jari laten berhasil ditemukan kecocokan dengan database sistem. "Identitas perempuan tersebut diketahui bernama Maria Saptaria, 54 tahun, warga Ngijo, Kecamatan Karangploso," terangnya. Kini personel masih berupaya memastikan data tersebut dengan meninjau lokasi sesuai alamat yang didapatkan. (dur/dan)
Editor : Mahmudan