Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nilai Ekspor Kabupaten Malang Naik, Ini Dia Komoditas Utamanya

Ahmad Yani • Senin, 10 Juli 2023 | 18:00 WIB

 

 

KOMODITAS EKSPOR: Petani menyortir biji kopi setelah proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari di kawasan Desa Taji, Kecamatan Jabung. (Damono/Radar Malang)
KOMODITAS EKSPOR: Petani menyortir biji kopi setelah proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari di kawasan Desa Taji, Kecamatan Jabung. (Damono/Radar Malang)

KEPANJEN – Eksportir dari Kabupaten Malang kian gencar meningkatkan volume produk yang dipasok untuk pasar internasional.  Hasilnya, sejak awal tahun tercatat ada peningkatan hingga lebih dari 50 persen. Sayangnya, belum semua eksportir memenuhi kewajibannya melaporkan hasil ekspornya.

 

Makin bergairahnya pasar ekspor terlihat dari peningkatan nilai produk yang dilempar ke pasar luar negeri. Dari sebelumnya sekitar Rp 808,92 miliar pada triwulan I 2022 menjadi Rp 1,96 triliun pada triwulan I 2023.  Peningkatan nilai ekspor tersebut setara 58,73 persen.

 

Hanya saja, untuk nilai ekspor pada triwulan II masih dalam proses rekapitulasi. Sebab, masih banyak perusahaan yang belum melaporkan capaian nilai ekspornya. "Sejauh ini, baru satu perusahaan yang sudah melaporkan hasil ekspor triwulan II ,"  ujar Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Malang Irina Widiyanti beberapa waktu lalu.

 

Hanya saja, dia tidak dapat menginformasikan jenis perusahaan dan nilai ekspornya terlebih dahulu. "Kami bisa menyampaikan jika sudah terkumpul semua. Biasanya sekitar tanggal 15 Juli ini," imbuhnya.

 

Irina membeberkan,  untuk target ekspor pada 2023 ini 1 persen lebih tinggi dari total ekspor 2022. Sehingga, senilai Rp 6,94 triliun. Untuk mencapai target tersebut Pemkab Malang membentuk tim peningkatan dan percepatan ekspor. Mereka terdiri dari perusahaan eksportir, instansi terkait, UMKM dan IKM yang memiliki produk unggulan. Sedangkan, Disperindag Kabupaten Malang berperan dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan ekspor. Seperti pameran sebagai sarana promosi produk unggulan.

 

Hingga saat ini, sasaran ekspor utama masih di sekitar Asia dan Eropa. Antara lain Armenia, Bangladesh, Mesir, Perancis, Georgia, Hongkong, India, Irak, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Taiwan, Pakistan, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika, Filipina, Afghanistan, dan Pakistan.

 

Salah satu komoditas yang menjadi unggulan dalam ekspor di Kabupaten Malang adalah kopi. "Per Maret 2023, capaian ekspor kopi kami masih 2,41 ribu ton dengan nilai Rp 78,85 miliar. Kami berharap, pada akhir tahun nanti bisa naik sesuai target," kata Rina. Target capaian ekspor kopi pada 2023 mencapai Rp 544 miliar. Sehingga, angka tersebut masih 14 persen dari target yang ditentukan.

 

 Selain itu, komoditas lain yang menjadi unggulan yakni rokok, cengkeh, kertas rokok, hingga mebel. Namun, memang masih ada beberapa industri yang belum membuat laporan ekspornya. Sehingga, Disperindag Kabupaten Malang memiliki kesulitan dalam pendataan. "Ada juga komoditas baru yang berpotensi menjadi unggulan. Misalnya topeng dan rokok elektrik," pungkasnya. (yun/nay)

Editor : Ahmad Yani
#Ekspor #Kabupaten Malang