Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dishub Berencana Terapkan Parkir Progresif di Kawasan Kajoetangan

Aditya Novrian • Selasa, 18 Juli 2023 | 17:10 WIB

PARKIR : Titik parkir di Kajoetangan Heritage Kota Malang dinilai mengalami dilema. (Suharto/Radar Malang)
PARKIR : Titik parkir di Kajoetangan Heritage Kota Malang dinilai mengalami dilema. (Suharto/Radar Malang)

MALANG KOTA - Keterbatasan lahan parkir masih menjadi masalah utama di kawasan Kajoetangan Heritage. Setiap akhir pekan, bahu jalan di sana kerap penuh dengan kendaraan roda dua dan empat. Bahkan dari parkir yang penuh itu kerap membuat kemacetan di sana.

Sejumlah upaya kini dilakukan Pemkot Malang. Selain mencari lokasi kantong parkir baru, pemkot juga berencana menerapkan parkir progresif. Yakni pengendara harus membayar parkir tergantung waktu memarkir kendaraan.

”Ada rencana begitu (parkir progresif) supaya kepadatan kendaraan di sana bisa diurai,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra, kemarin.

Sebagai contoh, tarif progresif bisa ditetapkan menjadi Rp 2.000 per jam untuk sepeda motor. Itu artinya, satu jam pertama tarif parkir hanya membayar Rp 2.000. Kemudian pada dua jam selanjutnya akan bertambah menjadi Rp 4.000.

Tentu usulan tersebut bisa jadi yang paling ampuh untuk mengurai kepadatan parkir di Kajoetangan. Sebab jumlah kendaraan di sana lebih banyak dibandingkan area parkir yang ada.

”Penerapan masih akan lihat kondisi dulu bagaimana. Bisa jadi progresif atau tarifnya yang dinaikkan," ucap Widjaja.

Lebih lanjut, pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, alasan lain penerapan tarif progresif karena beberapa juru parkir (jukir) seenaknya menaikkan tari. Padahal aturan itu belum ditentukan secara resmi.

”Di lapangan jukir ada yang meminta uang lebih ketika parkir pelanggan ini dalam durasi lama. Padahal belum diterapkan parkir progresif, kalau begitu sekalian saja ada progresif," tegas Widjaja.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan perlu ada peningkatan jukir di beberapa titik. Kajoetangan memang jadi perhatian karena beberapa waktu lalu aduan dari masyarakat cukup mendominasi.

”Jukir harus tertib dulu, kalau sudah tertib baru nanti kebijakan lain bisa mengikuti,” kata orang nomor satu di Pemkot Malang itu.

Namun sebaliknya, lanjut dia, ketika jukir memberlakukan tarif ngawur. Itu akan membuat pengunjung kapok dan ujungnya akan memberikan kerugian pada jukir itu sendiri. Karena jumlah kunjungan berkurang dan otomatis pendapatan menurun.

”Intinya semua harus tertib karena parkir ini cerminan wajah kota. Kalau masalah parkirnya saja bagus, berarti kota itu maju," tandas Sutiaji. (adk/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Parkir #kajoetangan #Kota Malang