Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Salah Besar bila Arek Malang Tidak Paham, Kata Ganti Mobil Ini Beda Satu Huruf dengan Motor

Bayu Mulya Putra • Sabtu, 18 Mei 2024 | 14:29 WIB

 

Sepeda motor dan montor di Jalan JA Suprapto Malang. Perbedaan satu huruf dalam bahasa Malangan ternyata berbeda arti
Sepeda motor dan montor di Jalan JA Suprapto Malang. Perbedaan satu huruf dalam bahasa Malangan ternyata berbeda arti

MALANG - Selain libom, Arek Malang punya istilah khusus untuk menyebut mobil yang hanya ada di Bhumi Ngalam.

Istilah itu yakni montor.

Sekilas, montor lebih mirip dengan kata motor, yang identik dengan kendaraan roda dua.

 Baca Juga: Arek Malang yang Usil Pasti Sering Ngomong Kata-Kata Ini untuk Pembenaran Kenakalannya

Karena mirip, istilah montor itu cukup sering menimbulkan persepsi yang berbeda.

Utamanya bagi pendatang atau mahasiswa yang menimba ilmu di Kota Malang.

Contoh kalimat, ”sing durung duwe montor ora usah ngersulo. Malang gelek macet, luweh penak sepedaan.”

Beberapa daeri mereka menganggap montor adalah sepeda motor.

Padahal maksudnya jelas beda.

”Memang Arek Malang memiliki cara tersendiri untuk penyebutan montor itu. Kalau roda dua lebih pilih istilah sepeda,” jelas Sejarawan dan Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.

Sementara istilah untuk sepeda yang biasa digunakan yakni sepeda pancal.

Selain sebagai kata ganti mobil, montor juga bisa digunakan sebagai kata ganti kendaraan lainnya.

Seperti istilah montor mabur, yang digunakan sebagai kata ganti pesawat.

Belum diketahui pasti asal mula kata montor sebagai kata ganti mobil.

Diduga istilah tersebut mulai masif digunakan sejak era 1980-an. (adk/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bahasa walikan #kamus malangan #montor #bahasa malangan