MALANG KOTA - Perhimpunan Kardiovaskular Indonesia (Perki) Malang kembali menggelar seminar Malang Cardiovascular Update (MCVU) ke-23 pada Jumat (26/7) hingga Minggu (28/7).
Acara tersebut digelar di Hotel Grand Mercure Mirama dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang.
Seminar tersebut menyuguhkan 15 materi simposium dan 7 workshop dari ahli kardiovaskular baik dalam maupun luar negeri.
Mulai dari menangani kegawatdaruratan jantung, manajemen, hingga inovasi dalam penanganan.
Selain mendengarkan materi, terdapat workshop yang berkaitan dengan penanganan penyakit jantung.
”Ada lebih 500 peserta yang mengikuti kegiatan ini, meliputi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis lainnya, dokter umum dan perawat.
Diharapkan setelah dari seminar dapat melakukan peningkatan layanan sesuai dengan keilmuan,” terang Ketua Perki Malang Prof Dr M. Saifur Rohman SpJp (K).
Dalam presidencial lecture-nya, Saifur menyampaikan penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular di Malang Raya adalah pembunuh nomor dua setelah stroke.
Perki memperkirakan dalam 10 tahun mendatang 1 dari 3 orang di wilayah tersebut akan meninggal karena stroke atau jantung.
Pria yang berdinas di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) itu dalam acara juga mensosialisasikan aplikasi Detak-C.
Sebuah aplikasi untuk identifikasi gejala jantung seseorang pasien dengan hanya menginput data diri dan gejala-gejala yang dialami.
Kemudian akan segera diarahkan ke RS atau tidak. Aplikasi tersebut dapat diunduh di Play Store. (biy/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana