Malang tak pernah kehabisan orang yang expert di dunia perkopian. Dari Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ada nama Yanuar Arlief Rokmansyah. Dia dipercaya menjadi personel quality control produk Kopi Kenangan yang punya banyak gerai di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. DUROTUL KARIMAH
SEBELUM dikirim ke 965 gerai di Indonesia dan 50 gerai Kopi Kenangan di Malaysia dan Singapura, kopi-kopi yang akan diolah menjadi minuman harus melalui proses Quality Control (QC).
Setiap satu minggu sekali, sembilan orang tim QC melakukan pengecekan kualitas.
Mulai dari packaging hingga testing.
Yanuar Arlief Rokmansyah menjadi salah satu yang ikut berperan dalam proses tersebut.
Sejak 2019, pria asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang tersebut dipercaya gabung di divisi QC Kopi Kenangan.
Tugas utamanya yakni memastikan kualitas-kualitas kopi dari supplier memenuhi standar hingga sampai di semua gerai.
Melalui panggilan video dari kantornya di Jakarta Selatan, Arlief bercerita bila sesekali masih menyempatkan untuk pulang ke Malang.
Pria kelahiran 1994 tersebut masih ingat betul saat dia masih bekerja di salah satu restoran di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang.
Dia sering lewat gerai kopi Vans Family, dan akhirnya tertarik belajar tentang kopi.
Arlief kemudian mendaftar sebagai barista part time di sana untuk belajar tentang kopi.
”Dari awal memang tertarik di dunia FnB (food and beverage), tapi belum tahu arahnya ke mana,” kata dia.
Dia sempat berpikir untuk menjadi chef, namun tidak mendapat restu dari orang tuanya.
Setelah satu tahun menjadi barista di Vans Family, pria lulusan SMK Telkom tersebut tertarik untuk mengikuti kompetisi latte art pada 2017.
Meski kalah, kompetisi pertamanya itu membuat dia semakin ingin mendalami kopi.
Karena dari sana dia melihat antusias orang-orang terhadap kopi sangat besar.
Kemudian bungsu dari dua bersaudara tersebut mencoba peruntungan dengan mengikuti kompetisi barista di Indonesia Coffee Events (ICE) 2017 tingkat regional Bali, Arlief berhasil mendapat juara ketiga.
Setelah lolos di tingkat nasional, Arlief berhasil menempati urutan ke-17.
Dengan pengalaman tersebut, dia mencoba berkarier menjadi barista di salah satu kafe di Jakarta, sebelum akhirnya diterima bekerja di Kopi Kenangan pada 2019.
Awalnya dia menjadi lead QC.
Pengalaman menjadi barista menjadi bekal pekerjaannya saat ini.
Meski begitu, dia tetap aktif mengikuti kompetisi barista mewakili Kopi Kenangan.
Terakhir kali, dia menjadi juara 1 di event Indonesia Coffee Competition (ICC) League 2023 dan juara 4 Indonesia Barista Championship (IBC) 2024.
Dalam kompetisi tersebut, Arlief tidak hanya dituntut untuk menyajikan kopi yang enak.
Dia juga harus menyajikan cerita menarik bersama kopi tersebut.
”Jadi perlu tahu asal kopi itu dari mana, kadang juga ngobrol dulu dengan petaninya,” kata dia.
Menjadi QC di Kopi Kenangan tidak membuatnya puas begitu saja. Dia terus belajar.
Pada 2023, dia berhasil mendapatkan sertifikat sebagai Q Robusta Grader (pencicip cita rasa kopi) dari Coffee Quality Institute (CQI).
Untuk diketahui, CQI merupakan organisasi non-profit terkait kopi yang diresmikan pada Maret 1998.
Meski sempat gagal dua kali di tahap cupping, dia akhirnya lolos Pada November 2023.
Pada tahun yang sama dia dipercaya menjadi Assistant Manager QC.
Tugasnya sebagai QC di Kopi Kenangan tidak hanya menyeleksi kualitas kopi dari distributor.
Dia juga harus bisa memberi solusi atas kebutuhan pasar kopi yang terus berubah setiap tahunnya.
Terlebih gerai Kopi Kenangan tidak hanya di Indonesia.
”Jadi kita juga perlu mempelajari pattern selera kopi di sana (Malaysia dan Singapura),” imbuhnya.
Seperti di Singapura. Dia menyebut bila masyarakatnya lebih menyukai kopi dengan rasa manis.
Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang cenderung suka dengan kopi yang pahit atau medok.
Tidak semua kopi yang diajukan ke Kopi Kenangan diterima.
Tidak jarang juga Arlief dan timnya menolak beberapa sample kopi dari distributor.
”Tapi itu sudah melalui banyak tahap pertimbangan,” kata dia.
Untuk itu, QC harus tegas dan selektif untuk mempertahankan standar rasa yang sudah disepakati.
Saat ini Arlief juga menjadi konsultan di beberapa coffee shop di Jakarta.
Berbagai kesempatan belajar terus dia ambil.
Keinginan besar nya yakni ingin membawa pengalaman-pengalaman tersebut dan turut mengembangkan dunia perkopian di Malang. (*/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana