Radar Malang - Dilansir dari Databoks.katadata.co.id Indonesia adalah negara nomer 5 sebagai penghasil sampah terbanyak didunia dengan 69,2 juta ton sampah (2022).
Khusus sampah plastik, Indonesia menjadi negara kedua yang menyumbang paling banyak didunia setelah China (Tiongkok).
Semakin buruk, setiap tahunnya jumlah limbah sampah di Indonesia terus bertambah. Bukannya berbenah, Indonesia malah terus melakukan importir sampah sampah tersebut dari negara negara maju.
Tercatat Indonesia menjadi negara importir sampah plastik ke-7 di dunia dengan 233.926 ton dibawah Amerika Serikat dengan 243.981 ton.
Negara negara kaya akan terus mencari tempat pengelolaan limbah yang tak dapat mereka atasi sendiri.
Dapat dikatakan mereka 'memindahkan masalahnya' ke negara berkembang yang membutuhkan limbah sampah tersebut untuk bahan baku industri yang jauh lebih murah.
Akan tetapi, sampah tetaplah sampah. Limbah limbah yang tak terurai dengan baik akan menjadi dampak serius bagi lingkungan seperti pencemaran tanah, air, hingga udara.
Dalam upaya penanganan importir limbah sampah negara maju, Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq berkomitmen hentikan impor sampah plastik di tahun 2025 dan memperketat impor sampah kertas.
Hal ini ia upayakan demi wujudkan 'Target Indonesia Bersih Sampah 2025' melalui pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.
Tercatat 252 ribu ton impor sampah plastik ke Indonesia (2023). Belanda adalah negara nomer satu yang mengekspor limbah sampah plastiknya ke Indonesia dengan 119.56 ribu ton.
Sontak netizen Indonesia mengatakan, Belanda tak hanyak mengekspor pemain pemain negaranya untuk di naturalisasi Indonesia, tetapi juga limbah sampahnya. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian