Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menyatu dengan Tradisi: Wisatawan Diminta Hormati "Wulan Kapitu" di Kaldera Tengger

Aditya Novrian • Senin, 2 Desember 2024 | 23:30 WIB
IMPRESIF: Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif di pulau Jawa yang memiliki ketinggian 2.614 meter dpl. Gunung ini terletak di 4 Kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.
IMPRESIF: Gunung Bromo merupakan salah satu gunung berapi aktif di pulau Jawa yang memiliki ketinggian 2.614 meter dpl. Gunung ini terletak di 4 Kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Radar Malang – Dalam upaya menghormati adat dan budaya masyarakat adat Tengger, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengumumkan kebijakan penutupan akses wisata ke Kaldera Tengger pada "Wulan Kapitu" tahun 2024.

Penutupan ini tidak hanya menjadi langkah pelestarian tradisi, tetapi juga kesempatan bagi wisatawan untuk mendalami kearifan lokal dari jauh.

Tradisi Wulan Kapitu, yang sarat dengan nilai spiritual dan budaya, merupakan momen sakral bagi masyarakat adat Tengger.

Sepanjang bulan ini, mereka menjalankan ritual puasa mutih dan kegiatan keagamaan lain sebagai bagian dari harmoni hidup dengan alam.

Dalam rangka mendukung kelancaran tradisi tersebut, seluruh kendaraan bermotor dan aktivitas wisata di Kaldera Tengger akan dihentikan mulai 29 Desember 2024 pukul 15.00 WIB hingga 30 Desember 2024 pukul 23.59 WIB.

“Hari penutupan kawasan itu bertepatan jatuhnya awal wulan kapitu. Kalau sifatnya kedaruratan tetap diberpolehkan melintas,” ujar Rudijanta.

Namun, ada yang menarik pada awal tahun baru 2025. BBTNBTS akan membuka kembali kawasan tersebut pada 31 Desember 2024 pukul 00.01 WIB, memberikan pengalaman unik untuk menyambut pergantian tahun di tengah suasana yang tenang dan syahdu.

Selain itu, wisata Ranu Regulo tetap akan dibuka. Pihak otoritas taman nasional menegaskan bahwa penutupan kawasan pada awal Wulan Kapitu di wilayah Tengger hanya berlaku untuk area Kaldera Tengger. Sementara itu, aktivitas wisata di Ranu Regulo tetap dapat diakses seperti biasanya.

"Pengunjung bisa memasuki kawasan melalui pintu masuk dari arah Malang atau Lumajang. Selain dua jalur tersebut, akses menuju kawasan akan dibatasi," kata Rudijanta.

Pembatasan kendaraan bermotor diterapkan dengan ketentuan tertentu, seperti dari arah Pasuruan hanya diperbolehkan sampai pintu masuk Wonokitri, dari Malang dan Lumajang dibatasi hingga Pos Jemplang, serta dari arah Probolinggo hanya sampai pintu masuk Cemorolawang.

"Kami berharap semua pihak, termasuk masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata, dapat mendukung serta mematuhi kebijakan ini," tambahnya.

Penutupan Kawasan Kaldera Tengger Bromo kembali dilakukan pada akhir Januari 2025. Penutupan bakal diberlakukan pada akhir wulan kapitu.

Untuk saat ini, otoritas taman nasional belum bisa memastikan lebih lanjut tanggal dan jadwal pastinya kapan.

“Nanti akan kami umumkan saat penutupan kawasan untuk menghormati akhir wulan kapitu,” pungkas Rudijanta. (Dzulfiqar Arifuddin)

Editor : Aditya Novrian
#wisata gunung bromo #Kabupaten Malang #Wulan Kapitu