Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Curhat Ibu-Ibu Resah! Kasus Bullying di Malang Kian Mengkhawatirkan, Ini tanggapan Puguh DPRD Jatim

Indra Andi • Kamis, 27 Februari 2025 | 03:29 WIB
Puguh DPRD Jatim didampingi Istri dr. Fitri dan Ketua BK DPD PKS kota Malang Alwi saat reses
Puguh DPRD Jatim didampingi Istri dr. Fitri dan Ketua BK DPD PKS kota Malang Alwi saat reses

Malang - Dalam kegiatan Reses Serap Aspirasi di Kecamatan Klojen, Kota Malang, H. Puguh Wiji Pamungkas, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menerima berbagai masukan dari masyarakat, termasuk isu yang sangat krusial terkait perlindungan anak dan perempuan.

Bu Ika, warga Kelurahan Pisangcandi, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kasus bullying yang masih marak terjadi, bahkan sejak tingkat TK hingga SMA. Menurutnya, banyak korban yang memilih diam karena takut melapor, sementara kepedulian dari pihak sekolah terkadang belum maksimal dalam menangani masalah ini. Ia pun meminta solusi dari pemerintah terkait pencegahan dan penanganan bullying agar tidak semakin berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, H. Puguh Wiji Pamungkas menegaskan bahwa bullying memang menjadi permasalahan serius yang harus mendapatkan perhatian lebih. Ia menggarisbawahi dua poin penting yang menjadi faktor utama dalam kasus bullying saat ini.

"Hari ini, kita harus mengakui bahwa teknologi, terutama gadget, menjadi salah satu penyebab utama anak-anak terpapar perilaku bullying, baik sebagai korban maupun pelaku. Konten negatif, cyberbullying, dan pergaulan digital yang tidak terkontrol bisa memperparah situasi ini," ujar Puguh pria asli Malang ini.

"Kita harus bersama-sama mengawal anak-anak kita dengan serius. Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi dalam membangun lingkungan yang aman dan mendidik bagi anak-anak. Edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya bullying harus terus digalakkan," tegasnya.

H. Puguh juga menambahkan bahwa perlu ada regulasi yang lebih ketat dan penguatan peran Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani kasus bullying.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyuarakan permasalahan sosial yang nyata. Dengan adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan bullying dapat berjalan lebih efektif demi melindungi anak-anak dari dampak negatif yang berkepanjangan.

Editor : Indra Andi
#Puguh Wiji Pamungkas #kasus bullying