Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puasa: Ibadah Langsung kepada Allah yang Tidak Boleh Disia-siakan

A. Nugroho • Jumat, 21 Maret 2025 | 01:00 WIB
Ilustrasi orang sedang berdoa (pch.freepik)
Ilustrasi orang sedang berdoa (pch.freepik)

Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari (1761) dan Muslim (1946), Rasulullah SAW bersabda:

عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Allah berfirman: Semua amal anak Adam untuknya. Kecuali puasa, ada pahala khusus. Ia puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya."

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa adalah ibadah yang sangat pribadi. Berbeda dengan ibadah lain yang mungkin bisa dilihat oleh manusia, puasa hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah. Oleh sebab itu, balasan atas ibadah ini datang langsung dari Allah tanpa perantara.

Puasa sebagai Amalan Pribadi antara Hamba dan Tuhannya

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, dan ketakwaan.

Seorang yang berpuasa benar-benar menyerahkan dirinya kepada Allah, menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, serta menahan amarah dan hawa nafsu.

Karena itulah, ibadah ini menjadi sangat istimewa. Tidak ada manusia yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa atau hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum di depan orang lain.

Inilah yang membuat puasa memiliki hubungan langsung antara seorang hamba dengan Tuhannya.

Jangan Sia-siakan Ramadan: Perbanyak Amal Ibadah

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah. Oleh karena itu, sudah sepatutnya setiap muslim memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Salah satu amalan terbaik di bulan ini adalah membaca dan menderes Al-Qur’an.

Tadarus Al-Qur’an adalah ibadah utama di bulan Ramadan. Jangan sampai kita menjadikannya alasan untuk bermalas-malasan. Dalam hadis disebutkan:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

"Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni." (HR. Baihaqi).

Jika tidurnya orang yang berpuasa saja diberi pahala, apalagi jika digunakan untuk membaca Al-Qur’an, tentu pahalanya jauh lebih besar.

Selain membaca Al-Qur’an, ibadah yang tidak boleh ditinggalkan selama Ramadan adalah shalat Tarawih.

Shalat ini hanya ada di bulan Ramadan dan tidak bisa diqadha di lain waktu. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang mengerjakan shalat malam di bulan Ramadan dengan iman dan penuh harapan akan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Shalat Tarawih adalah kesempatan besar untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini karena kemalasan atau alasan lainnya.

Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat berharga bagi setiap muslim. Jangan sampai kita melewatkan bulan ini tanpa memperbanyak ibadah.

Puasa adalah ibadah yang langsung kepada Allah, sehingga kita harus melakukannya dengan penuh keikhlasan.

Perbanyak membaca Al-Qur’an, jalankan shalat Tarawih dengan sungguh-sungguh, dan manfaatkan setiap momen di bulan Ramadan untuk beribadah.

Selagi kita masih bisa bertemu Ramadan, marilah kita muliakan bulan ini dengan amal kebaikan.

Semoga Allah menerima ibadah kita dan memberikan balasan terbaik bagi hamba-Nya yang berpuasa dengan penuh keimanan. (afh)

Editor : A. Nugroho
#bulan #Ramadan #doa #amalan