KEPANJEN – Pekan depan sudah memasuki musim kemarau.
Itulah perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda.
Namun awal musim kemarau masih terjadi hujan.
“Potensi hujan masih ada tapi tidak intensif sebagaimana bulan April lalu,” ujar Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Oky Sukma Hakim kemarin (4/5).
Dia mengatakan, musim kemarau di Kabupaten Malang akan terjadi pada dasarian (sepuluh hari) ke-II bulan Mei.
Yakni tanggal 11 sampai 20 Mei depan.
Baca Juga: Kendala Petani Kentang Desa Ngadas Kabupaten Malang saat Menghadapi Cuaca Ekstrem
Dalam pengamatan pergerakan atmosfer kemarin, BMKG melihat adanya potensi gangguan atmosfer berupa gelombang rossby yang diprediksi akan melintasi Jawa Timur secara spesial beberapa hari ke depan.
Gelombang rossby adalah aliran jet di zona kutub yang memisahkan udara dingin kutub dari udara hangat tropis.
Di saat yang sama, untuk bibit siklon (pusaran angin) yang membawa hujan dan badai tidak terlihat di wilayah Jawa Timur.
“Terlihat ada pembentukannya di sebelah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” imbuh dia.
Meski diperkirakan akan masuk kemarau, Oky mengimbau masyarakat tetap waspada akan perubahan cuaca yang mendadak.
Terutama untuk masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana berupa kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seperti di wilayah Malang Selatan dan lereng-lereng gunung di timur dan barat Bumi Kanjuruhan.
“Terdapat potensi penurunan kualitas udara di wilayah perkotaan dan daerah rawan karhutla, serta dampak suhu dirasakan tinggi yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho