MALANG RAYA - Dalam kurun empat jam, Bumi Arema dilanda dua kali kebakaran. Yakni kebakaran lahan sampah di Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan kebakaran di apotek Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Dari kedua peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 90 juta. Kebakaran pertama terjadi pada Jumat (/5) sekitar pukul 22.15 Lahan disertai bangunan seluas 6 x 8 meter di Mulyoagung, Kecamatan Dau dilalap si jago merah. Selama ini, lahan milik Piani, 53, warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis tersebut digunakan untuk menyimpan rongsokan.
”Sejauh ini, perkiraan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting kabel listrik,” ujar komandan regu 3 Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang Andrianto.
Api mulai terlihat sekitar pukul 21.50. Kali pertama yang melihat adalah ketua RT 01 RW 7 Rismanto. Malam itu, dia lewat, kemudian mengetahui kobaran api membakar rongsokan.
Mengetahui api berkobar, dia meminta warga sekitar untuk memadamkan menggunakan peralatan seadanya, kemudian menghubungi damkar. Sekitar pukul 22.30 tim Damkar Kabupaten Malang tiba di lokasi, namun api sudah membakar seluruh isi bangunan. Mobil carry di sekitar lokasi juga hangus dilalap si jago merah.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menjinakkan api.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta. Empat jam kemudian, yakni Sabtu (31/5) sekitar pukul 02.58 dini hari, kebakaran Melanda apotek Ratna di Mulyorejo, Kecamatan Sukun Kebakaran dipicu korsleting water heater. Warga yang mengetahui kobaran api langsung menghubungi damkar Kota Malang.
Sepuluh menit kemudian tim bersama armada damkar tiba di lokasi namun api sudah menjalar ke seluruh bangun gedung apotek. Seluruh perkakas dan stok obat hangus terbakar.
“Butuh waktu 40 menit untuk memastikan api benar-benar padam,” ujar Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan.
Sebanyak 4 ribu liter air disemprotkan untuk memadamkan kobaran api. Selain kerugian material Rp 15 juta, dua ekor kucing juga mati terpanggang. (aff/dan)
Editor : A. Nugroho