Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mentorship Ala Militer Strategi Rindam V Brawijaya Malang dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Polinema

A. Nugroho • Sabtu, 26 Juli 2025 | 01:44 WIB

MENGINAP DIBARAK: Pengalaman seru menginap di barak tentara
MENGINAP DIBARAK: Pengalaman seru menginap di barak tentara

RADAR MALANG - Dalam proses pendidikan karakter, pendekatan yang efektif tidak hanya sebatas transfer ilmu, tetapi juga pembentukan sikap dan nilai. Salah satu metode yang menonjol adalah mentorship, yaitu pendampingan intensif yang melibatkan keteladanan, pengawasan personal, serta komunikasi dua arah antara mentor dan peserta.

 

Inilah pendekatan yang diterapkan para pelatih di Rindam V Brawijaya saat membimbing mahasiswa Polinema dalam program pelatihan selama empat hari.

 

Mentorship dalam konteks pelatihan di Rindam V Brawijaya bukan sekadar memberikan instruksi atau komando. Para pelatih hadir sebagai figur pembina dan panutan yang membimbing mahasiswa dari aspek fisik, mental, kedisiplinan, hingga tanggung jawab sosial. Mereka menjalankan tugas sebagai mentor dengan tiga prinsip utama pengamatan, pendekatan personal, dan evaluasi karakter.

 

Setiap pelatih bertanggung jawab atas sejumlah peserta. Selama pelatihan, mereka memperhatikan perilaku mahasiswa dari aktivitas harian mulai dari cara bangun pagi, disiplin mengikuti apel, cara bersikap terhadap teman, hingga kemampuan menghadapi tekanan.

 

Selain itu, pendekatan humanis sangat dijunjung tinggi. Meski berangkat dari dunia militer yang identik dengan ketegasan, para pelatih tetap menjaga nilai edukatif dan psikologis dalam menyampaikan arahan. Hukuman fisik berat tidak diterapkan sebagai gantinya, teguran dan koreksi diberikan secara mendidik untuk membentuk kesadaran dan tanggung jawab diri.

 

Mentorship ini juga berlangsung secara berjenjang. Para pelatih bukan hanya berinteraksi satu arah, tetapi membuka ruang komunikasi bagi mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, atau bahkan menyampaikan kesulitan pribadi. Di sinilah nilai mentorship menjadi kuat karena pelatih tidak hanya menuntut, tetapi juga memahami dan menyesuaikan pendekatannya dengan latar belakang peserta.

 

Program ini juga menunjukkan bahwa mentorship efektif ketika mentor bersedia menjadi teladan, pembimbing, dan pelindung secara seimbang. Ketegasan tidak menghilangkan empati sebaliknya, justru memperkuat hubungan emosional antara pelatih dan mahasiswa.

 

Tak sedikit peserta yang mengungkapkan rasa hormat dan keterikatan setelah program selesai, karena merasa mendapatkan bukan hanya pelatihan, tetapi juga arahan hidup dari mentor yang tulus.

 

Mentorship dalam pelatihan mahasiswa Polinema di Rindam V Brawijaya adalah contoh nyata bagaimana pendekatan militer bisa dipadukan dengan nilai-nilai edukatif dan kemanusiaan. Para pelatih bukan hanya menggembleng fisik, tetapi juga menanamkan karakter melalui bimbingan intensif dan pendekatan personal.

 

Model mentorship ini patut menjadi rujukan dalam pendidikan karakter generasi mudakarena pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya dilihat dari hasil latihan, tetapi dari nilai hidup yang tertanam dan hubungan saling menghargai antara mentor dan peserta. (fie)

Editor : A. Nugroho
#TNI #LDK #malang #Mentorship #Polinema Lumajang