Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penjualan Listrik Kota Malang Meningkat, Tapi Pendapatan Menurun

A. Nugroho • Sabtu, 26 Juli 2025 | 16:42 WIB
ELECTRIFYING LIFESTYLE: Sektor bisnis menempati posisi kedua konsumsi listrik di Kabupaten Malang. Sementara posisi pertama ditempati sektor rumah tangga.
ELECTRIFYING LIFESTYLE: Sektor bisnis menempati posisi kedua konsumsi listrik di Kabupaten Malang. Sementara posisi pertama ditempati sektor rumah tangga.

MALANG KOTA - Total penjualan listrik Kota Malang pada semester pertama 2025 mencapai 573,1 juta kWh. Tumbuh 5,34 persen dibanding penjualan semester pertama tahun 2024 dengan total 544 juta kWh. Namun pendapatan yang masuk ke PLN turun 4,54 persen karena program diskon listrik.

 

Tahun ini, PLN UP3 Malang mencatat pendapatan Rp 653,6 miliar. Padahal dalam periode yang sama tahun 2024, pendapatannya mencapai Rp 684,7 miliar. Penyebab penurunan itu adalah diskon listrik dari pemerintah pusat yang diterapkan pada Januari hingga Februari lalu.

 

“Untuk segmen pengguna listrik dari tahun ke tahun selalu didominasi golongan rumah tangga,” ujar Manajer PLN UP3 Malang Agung. Pada 2025, sektor rumah tangga mengambil porsi 53,05 persen dari keseluruhan transaksi. Jumlah penjualannya mencapai 304,1 juta kWh.

 

Agung mencatat dominasi dari sektor rumah tangga lantaran makin banyak masyarakat yang mengakses pasang baru dan penambahan daya listrik. Biasanya, penambahan daya di rumah disebabkan pembeli itu baru memasang kompor induksi atau kendaraan Electric Vehicle (EV). Tambah daya biasanya juga dilakukan karena penggunaan air conditioner (AC), kulkas, dan televisi berukuran besar.

 

Sementara it, pengguna listrik terbanyak kedua ditempati sektor bisnis seperti kos dan kafe. Porsinya sekitar 25,50 persen dengan penjualan 146,1 juta kWh. Baru posisi ketiga dihuni pengguna listrik lain seperti industri dengan porsi 21,45 persen dan penjualan 122,8 juta kWh.

 

“Khusus Kota Malang, peminat terbanyak memang electrifying lifestyle,” papar Agung. Berbeda dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu yang lebih banyak electrifying agriculture. Mayoritas listrik di dua daerah itu digunakan untuk irigasi pompa pengairan sawah dengan pompa listrik dan penerangan lampu serta CCTV untuk kebun atau peternakan.

 

Untuk proyeksi penjualan listrik di semester kedua, Agung mengandalkan program tematik. Seperti diskon tarif saat Hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus. Berlanjut diskon listrik di Hari Listrik Nasional 27 Oktober mendatang. Namun untuk detailnya, Agung masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat. (aff/fat)

Editor : A. Nugroho
#Listrik #pln kota malang #PLN #Kota Malang