Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Melihat Lebih Dekat Ojek Online di Malang: Saling Menghormati, Kini Hubungan dengan Ojek Pangkalan Lebih Kondusif

A. Nugroho • Jumat, 12 September 2025 | 20:36 WIB
Ojol mangkal di depan MATOS
Ojol mangkal di depan MATOS

MALANG – Seperti halnya dalam bisnis, urusan di jalanan seperti ojek online (ojol) juga penuh dengan persaingan. Tak hanya dari rekan sesama ojol, tetapi juga dari ojek pangkalan. Beberapa kali sempat terjadi ‘gesekan’ karena sejumlah persoalan. Salah satunya karena wilayah operasi.

Tapi itu dulu. Sekarang, situasinya justru lebih kondusif.

 

Tomi, driver Grab asli Malang masih ingat kondisi lapangan ketika dirinya baru mulai menjadi pengemudi ojol empat tahun lalu. Dia menyebut bahwa dulu, terutama di kawasan terminal, gesekan kerap muncul hingga membuat suasana bekerja tidak nyaman.

”Dulu. Di salah satu kawasan terminal di Malang pernah ada gesekan, ada persaingan sama ojek pangkalan, itu yang bikin ribet. Tapi itu dulu, sekarang udah nggak kaya gitu lagi,” ungkap Tomi.

Menurut Tomi, perubahan situasi terjadi secara perlahan. Kini para ojek pangkalan sudah lebih bisa menerima kehadiran ojek online, begitu juga sebaliknya. Driver ojol berusaha menghormati wilayah yang dianggap milik ojek lokal.

 

Sementara itu, pengalaman berbeda datang dari Sigit, driver Gojek yang juga beroperasi di Malang. Ia menuturkan bahwa saat ini dirinya tidak pernah mengalami permasalahan dengan ojek pangkalan. “Saya pribadi tidak ada masalah dengan ojek pangkalan, karena sekarang masing-masing sudah punya wilayah dan jalannya sendiri,” kata Sigit.

Bagi Sigit, yang terpenting adalah saling menghormati dan tidak mengambil penumpang di area yang jelas-jelas menjadi titik mangkal ojek lokal. Dengan begitu, potensi konflik bisa diminimalisir. “Jadi semua pihak tetap bisa bekerja dengan tenang,” imbuhnya.

 

Kisah Tomi dan Sigit menjadi gambaran nyata bahwa persaingan yang dulu sempat menimbulkan ketegangan, kini sudah bisa diredam. Hubungan antara ojek online dan ojek pangkalan di Malang menunjukkan adanya proses adaptasi yang berujung pada situasi lebih aman, baik bagi pengemudi maupun pengguna transportasi.

 

Perubahan ini tentu menjadi kabar baik, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi sehari-hari. Penumpang kini dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan jasa ojol maupun ojek pangkalan tanpa harus khawatir terjadi konflik.

 

Bagi para driver, kondisi yang lebih damai juga memberi ketenangan dalam mencari nafkah. Meski persaingan masih ada, namun kesadaran untuk saling menghargai telah membawa suasana yang lebih harmonis di jalanan Kota Malang. (nae)

Editor : A. Nugroho
#Ojol #pangkalan #malang