MALANG - Bagi para driver ojek online di Malang, bekerja malam hari bukan sekadar soal mencari tambahan rezeki. Jalanan yang sepi, kawasan rawan kejahatan, hingga cerita mistis dari penumpang membuat pengalaman mereka penuh warna.
Meski sebagian memilih berhati-hati, tak sedikit pula yang tetap melaju dengan niat kuat demi menghidupi keluarga.
Tomi, driver Grab muda asal Malang yang sudah empat tahun bekerja, mengaku selalu membedakan orderan siang dan malam. Menurutnya, risiko saat malam jauh lebih tinggi.
“Jelas beda mbak kalo nerima orderan antara siang dan malam. Kalo ada yang order malam di daerah rawan begal saya biasanya nggak berani ngambil, lebih baik waspada saja,” ungkap Tomi.
Senada dengan itu, Imam, driver ojol asal Pujon yang sudah lima tahun sebagai ojol, juga menaruh perhatian besar terhadap keamanan. Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu memikirkan hal mistis, melainkan lebih khawatir dengan ancaman orang.
“Kalau horor sih percaya, tapi nggak terlalu dipikirkan. Malah takutnya sama orang, soalnya banyak cerita teman yang hampir dibegal,” katanya.
Namun pengalaman berbeda datang dari Pak Heru, driver ojol asal Blimbing yang sudah delapan tahun bekerja. Ia mengaku pernah mendapat kejadian di luar nalar ketika menerima orderan menuju kawasan Joyogrand.
“Saya ngangkut dari Jalan Surabaya ke Joyogrand. Penumpangnya ngobrol katanya kuliah di UM. Tapi pas turun, saya lihat kok nggak ada orangnya. Satpam bilang kalau tempat itu makam,” ceritanya.
Sejak pengalaman itu, Pak Heru memilih untuk berhenti narik saat sore menjelang maghrib. Bukan karena takut, melainkan sebagai bentuk ikhtiar menjaga diri sekaligus tetap bisa beribadah tepat waktu.
Di balik cerita-cerita itu, satu hal yang sama, mereka sepakat bahwa pekerjaan sebagai driver ojol, terutama saat malam selalu menuntut kewaspadaan. Entah terhadap kejahatan jalanan maupun kejadian yang sulit dijelaskan dengan logika.
Pengalaman para driver ojol di Malang menjadi gambaran nyata bagaimana profesi ini bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga perjuangan menghadapi tantangan malam hari.
Dari rasa waspada akan begal hingga pertemuan dengan penumpang yang misterius, semuanya menjadi cerita yang melekat di ingatan mereka.
Malang pun seakan menyimpan kisah di setiap sudut jalanan, yang hanya diketahui oleh mereka yang bekerja hingga larut malam. (nae)
Editor : A. Nugroho