Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Demam Sim Racing! Ini Cara Baru Anak Muda di Malang Raya Mengejar Sensasi Balapan hingga Rasakan Langsung Mobil F1 dan Ferrari 488 GTB

A. Nugroho • Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:43 WIB
MIRIP ASLINYA: Simulasi balap F1 menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Museum Angkut.
MIRIP ASLINYA: Simulasi balap F1 menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Museum Angkut.

MALANG RAYA  - Sensasi balapan kini tak lagi butuh lintasan asli. Anak muda di Malang Raya berlomba saling salip di dunia virtual. Sim racing menjelma jadi cara baru mengalirkan adrenalin, mengejar prestasi, sekaligus mencari cuan tanpa meninggalkan rumah.

RAUNGAN mesin V6 turbo hybrid mobil Formula 1 (F1) terdengar dari salah satu sudut Museum Angkut, Kota Batu. Suaranya tidak berasal dari mobil asli, melainkan dari wahana sim racing F1 yang jadi magnet baru bagi pengunjung.

Dari luar, tampilannya memang hanya menyerupai mobil tim Scuderia Ferrari yang pernah ditunggangi Sebastian Vettel. Tapi begitu duduk di kursinya, sensasinya membuat siapa pun merasa seperti pembalap asli.

Tiga layar besar membentang di depan. Ditambah dua layar kecil di sisi kanan dan kiri menghadirkan panorama sirkuit yang nyaris nyata. Begitu pedal gas diinjak, getaran langsung menjalar di kaki.

Kipas angin tersembunyi di depan menambah efek kecepatan seolah-olah angin mencambuk wajah. Adrenalin pun langsung terpacu.

”Untuk ( sim racing ) F1 ini menggunakan transmisi manual, jadi pemain harus bisa mengoper gigi dan mengompensasi,” ujar Rika Novita Sari, salah satu kru Museum Angkut.

Sebelum memulai permainan, setiap pengunjung diberi pengarahan singkat. Mulai dari cara menginjak pedal untuk start , menggerakkan gigi di kemudi, hingga teknik melakukan putaran balik di tikungan tajam.

Dengan tiket Rp 50 ribu, pengunjung bisa menikmati lima putaran di sirkuit virtual Abu Dhabi selama sepuluh menit. Tapi tidak semua bisa langsung menjajalnya. Ada syarat tinggi badan minimal 155 sentimeter demi keamanan.

Bagi yang ingin pengalaman lebih ringan, tersedia pula sim racing Ferrari 488 GTB dan MotoGP yang lebih ramah untuk anak-anak. ”Untuk Ferrari dan MotoGP tarifnya Rp 35 ribu sekali main, durasi sekitar tujuh menit,” tambah Kiki Alvi Yustika, kru lainnya. Ferrari simulator menuntut pemain mengatur gigi manual, sementara MotoGP sudah otomatis, cukup bensin dan rem saja.

Wahana simulator ini menjadi salah satu favorit di Museum Angkut. Setiap hari, sekitar 35 hingga 40 pengunjung bergantian mencoba sensasi menjadi pembalap. Suasana kerap riuh dengan sorak dan tawa antara tegang saat hampir keluar lintasan dan lega saat berhasil menyentuh garis finis. (ori/dan)

Editor : A. Nugroho
#museum angkut #dunia virtual #Formula 1 (F1) #simulasi