MALANG RAYA - Dari hanya sekadar hobi menjadi ajang bergengsi. Begitulah perkembangan sim racing (simulasi balap) di Kota Malang yang kini punya turnamennya sendiri. Awal Agustus lalu, Abel PS bersama Multiverse Esports menggelar Sim Racing Tournament di Plaza Begawan, Kota Malang.
Selama dua hari, para penggemar balapan virtual adu cepat di sirkuit digital tanpa harus menyentuh aspal sungguhan. Turnamen itu diikuti 100 peserta dari berbagai wilayah di Malang Raya.
Mereka datang dengan semangat tinggi. Sebagian sudah terbiasa main simulator di rumah, sebagian lagi baru pertama kali menjajal sensasi balapan dengan setir dan pedal sungguhan. ”Ada yang memang punya setup sim racing, ada juga yang baru coba karena penasaran,” ujar Deddy Arianto, perwakilan dari EO Multiverse Esports.
Dua kategori dibuka dalam kompetisi tersebut. yakni Formula 1 (F1) dan Gran Turismo (GT). Pemilihan keduanya bukan tanpa alasan. Selain punya komunitas besar, dua game itu juga jadi ikon utama dalam dunia sim racing profesional.
Untuk F1, sistemnya dibuat fleksibel. Peserta bebas berganti tim di tiap babak karena performa mobil tidak terpengaruh. Tantangan justru datang dari pergantian sirkuit di setiap grand prix yang memaksa pemain menyesuaikan gaya mengemudi.
Sementara untuk GT, aturan lebih ketat. Semua peserta wajib mengendarai Porsche 911 GT3 dengan layout sirkuit berbeda di tiap putaran. Sebagian besar mengadopsi pecahan track legendaris Nurburgring.
Sirkuit yang dijuluki ”The Green Hell” itu memang jadi tantangan. Karena di dunia nyata, sejumlah pembalap profesional mengakui sirkuit masuk kategori berbahaya.
Seperti Niki Lauda, sang juara dunia dua kali F1 pernah merasakan kecelakaan tragis di sana. Pun dengan di dunia virtual. Pemain merasakan apa yang dirasakan pembalap profesional.
Waktu balapan pun dibuat singkat dan padat hanya 5–10 menit per race tergantung jumlah lap. Tak ada pit stop demi menjaga tensi balapan tetap tinggi. Meski begitu, bukan berarti mudah. Banyak peserta sempat tergelincir saat melibas kerb atau kehilangan kontrol karena salah traction control.
”Kalau sudah masuk delapan besar sampai final, rata-rata mereka sudah bisa operasikan simulator dengan baik,” tambah Deddy.
Hadiah yang disiapkan panitia cukup menggiurkan. Masing-masing kategori memperebutkan total Rp 4 juta dan satu unit PlayStation 3 untuk juara GT. Tak heran kalau suasana turnamen berlangsung panas sejak babak penyisihan. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho