MALANG - Bukan perkara mudah menciptakan paduan pas antara lembutnya donat dan kenyalnya mochi. Bagi Pradana Anoraga Tinto, butuh dua bulan penuh eksperimen di dapur Warung Agrin untuk menemukan keseimbangan rasa itu. Namun hasilnya sepadan, donat mochi buatannya kini diburu para pencinta manis di Malang.
Warung Agrin sejatinya bukan nama baru di dunia kudapan manis. Sejak 2017, gerai ini telah fokus menjual mochi dengan berbagai varian rasa. Tapi belakangan, tren donat mochi yang lebih dulu ramai di Jakarta menggoda Pradana untuk mencoba berinovasi.
Ia pun mulai meracik resep baru yang menggabungkan dua dunia manis itu. Donat dan mochi dalam satu gigitan.
Eksperimen dimulai dari adonan dasar. Donat buatan Warung Agrin diberi campuran kentang agar teksturnya lebih lembut, sementara adonan mochinya tetap memakai resep khas mereka sejak awal berdiri.
”Tantangannya memang di tekstur dan rasa donat agar balance dengan mochinya,” ujar Pradana. Setelah adonan sempurna, giliran mencari isian yang cocok. Pilihan jatuh pada cream susu yang berpadu dengan varian rasa seperti matcha, cokelat, cookies and cream, dan vanilla.
Filling-nya sengaja tidak dibuat terlalu manis. Tujuannya agar rasa donat dan mochinya tetap seimbang tanpa membuat enek. Perpaduan itu rupanya jadi daya tarik tersendiri, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Tekstur chewy dan isian lembut membuat banyak pelanggan tak cukup membeli satu.
”Rata-rata langsung pesan empat sekaligus,” katanya sambil tersenyum. Respons pasar pun di luar dugaan. Sejak diluncurkan sebulan lalu, 100–150 donat mochi yang diproduksi setiap hari selalu ludes dalam waktu kurang dari 12 jam.
Akhir pekan lebih ramai lagi. Penjualan bisa melonjak dua kali lipat, terutama varian cokelat dan cookies and cream yang jadi favorit. Kini Warung Agrin bahkan sanggup memproduksi hingga seribu donat mochi per hari.
Bagi Pradana, kesuksesan ini bukan sekadar soal jualan dessert, tapi tentang bagaimana menciptakan rasa yang bisa membuat orang tersenyum setelah gigitan pertama. Karenadari dapur kecil dan rasa manis yang seimbang, kebahagiaan memang bisa sesederhana itu. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho