Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepekan 20 Ribu Warga Gunakan Trans Jatim: Jumlah Penumpang Harian Hampir Menyentuh 4 Ribu Orang

A. Nugroho • Minggu, 30 November 2025 | 17:33 WIB
ilustrasi bus Trans Jatim.
ilustrasi bus Trans Jatim.

MALANG RAYA - Sejak resmi diluncurkan pada 20 November lalu, bus Trans Jatim koridor I Malang Raya mendapat animo yang tinggi. Berdasar data sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mencatat ada sekitar 4 ribu penumpang bus setiap harinya.

Manajemen Trans Jatim dan Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dishub Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, pihaknya sempat menggratiskan tarif bus pada 20 sampai 26 November lalu. Selama tarif bus gratis, dishub mencatat ada 4.500an penumpang yang naik armada bus setiap hari. 

Angka itu setara dengan load factor (tingkat keterisian) sebesar 150 persen per hari. Jika ditotal selama sepekan penggratisan tarif, ada lebih dari 20 ribu penumpang yang sudah menggunakan bus dari program pemprov tersebut. 

Saat tarif bus mulai diberlakukan pada 27 November, animo warga masih tetap tinggi. Selama satu hari, jumlah penumpangnya hampir menyentuh 4 ribu orang. ”Tepatnya sebanyak 3.164 penumpang (pada hari pertama bertarif). Terdiri dari 2.492 penumpang umum dan 672 penumpang dari kalangan pelajar,” ucap Cito. 

Dia menambahkan, tingginya load factor tidak hanya disebabkan tarif bus yang sempat digratiskan pada 20 sampai 26 November. Namun karena kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik. ”Ini terlihat pada hari aktif, terutama pagi dan sore. Bus diisi pelajar dan pekerja, yang menandakan bahwa bukan hanya euforia, tapi sudah menjadi kebutuhan,” kata Cito. 

Meski animo penumpang bus tinggi, dishub belum berniat menambah armada. Saat ini yang beroperasi ada 14 armada bus. Satu armada lagi merupakan cadangan. Armada cadangan biasanya digunakan jika ada salah satu yang bermasalah. ”Tidak kami gunakan semua, karena kalau digunakan semua, sewaktu-waktu ada satu bus yang trouble bisa mengganggu pelayanan,” imbuh dia. 

Cito melanjutkan, dalam sepekan terakhir, pihaknya juga mendapati beberapa kondisi. Pertama, terdapat satu bus yang mengalami trouble saat diresmikan pada 20 November lalu. Bus tersebut mengalami masalah pada bagian kopling. Karena kopling yang los, sopir akhirnya berhenti sebentar di Jalan Bandung demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan. 

Setelah dilakukan pengecekan, bus bisa berjalan dengan normal. Selain kopling, running text pada bus lain juga dilaporkan mati. Penyedia layanan langsung melakukan perbaikan. Sampai kemarin (29/11), pihaknya tidak lagi mendapati laporan terkait armada yang bermasalah. Semua operasional bus berjalan baik. 

Selain gangguan teknis, sampai sekarang pihaknya juga masih terus menyelesaikan pemasangan rambu bus. Dari laporan sementara, tersisa 17 lokasi yang belum dipasangi rambu bus. Terdiri dari tujuh lokasi di Kabupaten Malang, dua lokasi di Kota Malang, dan delapan lokasi di Kota Batu. 

Sebagai contoh, lokasi di Kota Malang yang belum dipasangi rambu yakni di Tlogomas. Kendati demikian, pihaknya berupaya melakukan percepatan sampai berakhirnya kontrak pengerjaan pada Desember 2025. Kendala lain yang masih coba diatasi pihak Trans Jatim berupa bus yang berhenti di Stasiun Malang. 

Seharusnya bus bisa diakses di dalam stasiun pintu timur (Jalan Panglima Sudirman). Namun terdapat tarif masuk. Jika ditotal, tarif harian 14 bus untuk masuk ke stasiun melalui pintu timur mencapai Rp 2 juta. ”Padahal bus ini kan sifat nya berorientasi pada layanan untuk masyarakat atau service oriented,” lanjut Cito. 

Rafly Ragil Wijaya, salah satu pengguna Bus Trans Jatim koridor I Malang Raya menjelaskan, dia sempat mencoba bus untuk rute Terminal Hamid Rusdi sampai Dinoyo. Dia melihat, antusiasme warga sangat tinggi. Meski banyak melihat penumpang yang harus berdiri karena bus penuh, namun kenyamanan tetap terjaga. Selama menjajal Bus Trans Jatim, Rafly melihat masih ada beberapa warga yang menyesuaikan diri dengan sistem naik maupun turun di titik pemberhentian yang sudah ditentukan. Sebagian penumpang yang ingin duduk juga kerap menunggu bus berikutnya. Sementara untuk fasilitas lain seperti aplikasi banyak membantu. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#Bus #Trans Jatim #Kota Malang