MALANG KOTA – Diklat Jurnalistik Guru SMP dan MTs se-Kota Malang menjadi ajang memperkuat literasi sekolah.
Acara yang digelar Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang ini. Sudah digelar sejak 2023 lalu dan sukses mengedukasi guru untuk membuat berita secara mandiri. Selain itu, pada 2025 kemarin, sebanyak 30 guru SMP dan MTs sukses menerbitkan buku “Takdir Pena dan Kapur”. Yang di-launching langsung oleh Wali Kota Malang Dr Ir H. Wahyu Hidayat MM.
Koordinator Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang Bachtiar Eko S. menyampaikan bahwa pihaknya bersama Disdikbud Kota Malang akan terus menggaungkan literasi untuk para guru. "Untuk menuju Kota Malang menjadi kota yang berliterat dan memiliki karya yang ber-ISBN,” tegasnya.
Nantinya, peserta akan di edukasi bagaimana cara menulis berita yang mudah oleh Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan. Selain itu, para guru juga akan praktik langsung membuat berita untuk konten di media social (medsos) sekolah dan mengaplikasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menerima tamu LSM serta wartawan bodrex.
Jawa Pos Radar Malang menggandeng salah satu Penulis Buku terbaik dari PT. Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd bersama Kepala Editor Penerbit PT. Cita Intrans Selaras Uni Ruchul Janah. Untuk menjadi salah satu pemateri dan merancang program untuk membuat buku antologi bagi seluruh peserta yang ikut.
Sampai kemarin (22/2), sudah ada 2 SMP Swasta yang sudah mendaftar, dari total 80 sekolah di Kota Malang. Antara lain SMP Corjesu dan SMP Insan Amanah Malang. Sedangkan SMP Negeri sampai hari belum ada yang mendaftarkan diri.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM mengapresasi kegiatan Diklat Jurnalistik Guru SMP dan MTs se-Kota Malang yang sudah berjalan 3 tahun terakhir ini. “Semoga ke depan para guru bisa menjadi contoh baik untuk penguatan literasi di sekolah dengan karya buku dan berita yang mereka buat,” tutupnya. (bes)
Editor : A. Nugroho