Berita Terbaru Ekonomi Internasional Kesehatan Kriminal-Kasuistika Lifestyle Malang Raya Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Politik-Pemerintahan Sosok Wisata-Kuliner

PLN Malang Larang Terbangkan Balon Udara Dekat Jaringan Listrik karena Pernah Padamkan 8 Ribu Rumah saat Lebaran

Nabila Amelia • 2026-03-16 16:31:07
Balon udara nyangkut di jaringan listrik tegangan tinggi. (Dokumen Radar Semarang)
Balon udara nyangkut di jaringan listrik tegangan tinggi. (Dokumen Radar Semarang)

MALANG KOTA – Menjelang Lebaran, PLN mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara atau benda lain di sekitar jaringan listrik. Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah gangguan kelistrikan seperti yang pernah terjadi pada Lebaran tahun lalu.

Assistant Manager Jaringan UP3 PLN Malang Vandy Faizal Putra mengatakan, pada perayaan Lebaran sebelumnya balon udara yang diterbangkan sembarangan sempat melilit instalasi listrik di Kecamatan Lawang dan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Akibatnya, aliran listrik di sekitar 8 ribu rumah padam selama kurang lebih satu jam.

“Karena Right of Way (RoW) atau area aman di sekitar instalasi listrik adalah tiga meter. Baik ke kiri, kanan, maupun ke atas jaringan listrik,” tegas Vandy.

Baca Juga: 1.392 Rumah di Kabupaten Malang Terima Program Pasang Listrik Gratis dari PLN

Menurut dia, masyarakat diimbau tidak bermain atau menerbangkan benda apa pun di sekitar jaringan listrik. Hal tersebut penting untuk menjaga keamanan serta mencegah gangguan pasokan listrik, terutama saat momentum Lebaran ketika kebutuhan listrik masyarakat meningkat.

PLN juga secara rutin menyampaikan sosialisasi terkait keamanan di sekitar jaringan listrik kepada masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan melalui perangkat desa hingga media massa.

Selain itu, PLN Malang juga akan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) di wilayah Malang Raya untuk memperluas penyampaian imbauan kepada masyarakat. Salah satunya melalui pengumuman suara di Area Traffic Control System (ATCS) yang berada di sejumlah simpang jalan.

“Kami juga akan bekerja sama dengan Dishub Malang Raya dengan mengisi suara di ATCS. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat terkait kelistrikan agar semakin aware,” lanjut Vandy.

Baca Juga: 15 Pasar Jadi Tempat Charging Becak Listrik

Lebih jauh, ia menyebut perhatian PLN tidak hanya tertuju pada balon udara. Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini cuaca tengah memasuki masa siklon peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Kondisi tersebut kerap memicu anomali cuaca, seperti hujan deras yang disertai petir dan angin kencang.

Cuaca ekstrem tersebut dapat membawa material dari sekitar lokasi, seperti dahan pohon atau material bangunan, yang berpotensi mengenai jaringan listrik.

“Kondisi cuaca ekstrem bisa membawa material yang kemudian hinggap ke jaringan listrik. Itu sempat terjadi di Kota Batu, ada dahan besar dari pohon yang lokasinya cukup jauh mengenai jaringan listrik. Kejadian serupa juga terjadi di kawasan Dinoyo,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi gangguan, PLN terus melakukan pemantauan jaringan secara rutin. Petugas juga akan segera diterjunkan ke lokasi jika menerima laporan gangguan dari masyarakat, sehingga pasokan listrik dapat segera dipulihkan.

Editor : Aditya Novrian
#lebaran #Listrik #PLN #malang