Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sulitnya Mencari Kos Nyaman, Ini Kisah Abi yang Pindah Kos Hingga 3 Kali!

A. Nugroho • Jumat, 18 Juli 2025 | 20:11 WIB
SABAR: Abi, mahasiswa asal Blitar, pindah kos tiga kali demi tempat tinggal nyaman di Kota Malang
SABAR: Abi, mahasiswa asal Blitar, pindah kos tiga kali demi tempat tinggal nyaman di Kota Malang

Radar Malang Bagi mahasiswa rantau, pindah kos bukan hal asing. Namun, tidak semua orang harus merasakan repotnya pindah hingga tiga kali hanya demi menemukan kamar kos yang benar-benar nyaman. Itulah yang dialami Abi (21), mahasiswa asal Blitar yang kini kuliah di Kota Malang.

Abi bercerita, awalnya ia menempati kos pertamanya karena terpaksa. Saat itu, ia harus segera mendapat tempat tinggal sebelum masa orientasi mahasiswa (OSPEK) dimulai.

“Waktu itu mepet banget, harus cepat dapat tempat tinggal karena mau OSPEK. Jadi saya ambil kos yang ada saja, kebetulan paling murah juga,” kata Abi, Selasa (15/7).

Sayangnya, ukuran kamar yang sempit membuatnya tidak betah. “Awalnya saya pikir nggak masalah sempit, yang penting dapet aja dulu. Tapi lama-lama sumpek juga. Barang-barang numpuk, mau belajar juga nggak nyaman,” tambahnya.

Abi mengaku, setelah ia berkenalan dengan teman baru di kampusnya, salah satu temannya merekomendasikan kos yang temannya tinggali itu.

“Kos yang ke dua ini lumayan nyaman, fasilitasnya juga oke, lokasinya juga deket dari kampus. Udah enak lah tinggal di situ,” ujar Abi

Namun, masalah baru muncul ketika jumlah penghuni kos makin sedikit. Abi menjelaskan bahwa pemilik kos berniat mencabut akses internet. Ia merasa harga Rp 750 ribu tanpa wifi tidak sebanding dengan fasilitas jika wifi diputus.

“Waktu itu WiFi masih lancar karena iuran ramai. Tapi pas banyak anak kos lulus dan pindah, pengelola bilang mau cabut WiFi. Padahal saya butuh banget buat kuliah,” tambahnya.

Karena tidak mau ribet cari sinyal ke luar, Abi pun memilih pindah lagi. Kali ini, meskipun agak jauh dari kampus, kos yang ia tinggali lebih besar dengan fasilitas cukup lengkap. Namun, masalah datang dari hal yang tak terduga. Pemilik kos dengan tiba tiba ingin merenovasi kamar yang Abi tinggali.

“Di kos ketiga ini harganya memang murah, kamarnya juga luas, fasilitas wifi air listrik juga lengkap. Tapi tiba tiba saya dikabari sama pemilik kos kalo kamar saya mau di renovasi. Sebenernya saya bisa pindah ke kamar lain, tapi kan kalo ada tukang nanti berisik,” ujarnya.

Suasana itulah yang akhirnya membuat Abi memilih untuk pindah lagi. Hingga akhirnya, ia menemukan kos keempat yang menurutnya paling cocok hingga saat ini.

“Sekarang kos saya biasa saja, nggak mewah, tapi nyaman. Bu kosnya baik, kadang masakin anak anak kos. Lokasi juga dekat kampus, harganya masih masuk akal,” tutur Abi.

Abi mengaku, meski repot pindah beberapa kali, pengalaman tersebut memberinya pelajaran penting. Bagi mahasiswa perantau, memilih kos bukan hanya soal harga, tetapi juga kenyamanan, fasilitas, dan lingkungan sekitar.

Bagi Abi, kos keempat ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga rumah kedua yang membuatnya merasa nyaman meski jauh dari keluarga. (alf)

Editor : A. Nugroho
#mahasiswa #malang #kos