Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Krisis Energi, Presiden Prabowo Instruksikan Kajian WFH dan Pengurangan Hari Kerja

Satya Eka Pangestu • Senin, 16 Maret 2026 | 16:35 WIB
HEMAT ENERGI: Dalam sidang kabinetnya Presiden Prabowo berencana meniru strategi Pakistan dalam menghemat energi dalam negeri sebagai antisipasi krisis akibat perang. (Sumber: RM.ID)
HEMAT ENERGI: Dalam sidang kabinetnya Presiden Prabowo berencana meniru strategi Pakistan dalam menghemat energi dalam negeri sebagai antisipasi krisis akibat perang. (Sumber: RM.ID)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran menteri dan anggota kabinet untuk mengkaji secara mendalam skenario kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) serta pengurangan hari kerja.

Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah ancaman krisis ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah. 

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Identifikasi 4 Pelaku yang Membuntuti Korban

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi kemungkinan lonjakan harga minyak dunia.

Ia menegaskan agar seluruh pihak tidak merasa terlalu aman tanpa adanya persiapan yang matang. 

"Kajian tersebut diperlukan sebagai antisipasi jika terjadi krisis ekonomi akibat perang di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga minyak," tegas Prabowo dalam pidatonya. 

Baca Juga: Bukber Syahdu di Pipir Lepen Malang, Nikmati Kuliner Sambil Bersantai di Pinggir Sungai

Presiden secara spesifik mencontohkan langkah penghematan ekstrem yang telah diterapkan oleh pemerintah Pakistan sebagai referensi bagi Indonesia.

Tentu, saya bisa mengubah poin-poin teknis tersebut menjadi narasi yang lebih mengalir dan bercerita (prosa), sehingga lebih enak dibaca dalam sebuah artikel berita.

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo menyoroti langkah drastis yang diambil pemerintah Pakistan sebagai referensi nyata. Salah satu kebijakan yang paling mencolok adalah langkah pemotongan gaji bagi pejabat negara, para menteri, hingga anggota DPR.

Baca Juga: Cerita Warga Binaan yang Menjalani Ramadan di Balik Jeruji Besi: "Saya Hanya Mendengar Kabar Anak dari Telepon Saja"

Dana dari hasil penghematan gaji para elit politik tersebut tidak dibiarkan menganggur, melainkan dikumpulkan secara kolektif untuk kemudian disalurkan langsung sebagai bantuan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan dan terdampak krisis ekonomi.

Selain pengetatan anggaran di level pejabat, mobilitas masyarakat juga diatur secara ketat melalui kebijakan operasional kerja.

Pemerintah Pakistan telah menerapkan sistem empat hari kerja dalam seminggu, yang dikombinasikan dengan kewajiban bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebesar 50 persen, baik untuk sektor pemerintahan maupun swasta.

Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen hingga Skytrain, Berikut Lima Proyek Strategis Nasional yang Akan Terealisasi di Kabupaten Malang

Kebijakan penghematan konsumsi BBM ini bahkan menyentuh sektor pendidikan secara masif. Aktivitas perkuliahan di lembaga pendidikan tinggi sepenuhnya dialihkan ke sistem daring.

Tidak hanya itu, sebagai upaya menekan pergerakan masyarakat di jalan raya, sekolah-sekolah pun diliburkan selama dua pekan yang dalam konteks Pakistan bertepatan dengan masa menyambut Idul Fitri.

Prabowo menjelaskan bahwa hasil dari berbagai penghematan, termasuk dari sektor gaji pejabat, dikumpulkan untuk membantu memperkuat jaring pengaman sosial bagi warga yang paling terdampak oleh gejolak ekonomi. 

Editor : A. Nugroho
#antisipasi #Perang Amerika Serikat Israel vs Iran #Berita Terbaru #solusi pemerintah #Krisis