JAKARTA PUSAT, RADAR MALANG - Penataan kawasan kumuh di ibu kota kini memasuki babak baru melalui integrasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Fokus utama penataan ini menyasar pada peningkatan kualitas hidup masyarakat yang selama ini tinggal di area berisiko tinggi.
Baca Juga: Pemkot Malang Hadirkan 63 Perusahaan di Job Fair Bulan Agustus 2026
Kawasan bantaran rel kereta api di dekat Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, menjadi titik awal transformasi hunian tersebut.
Perubahan drastis terlihat di lokasi setelah kunjungan mendadak yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir Maret lalu.
Bangunan semi-permanen yang sebelumnya memadati pinggiran rel kini telah dibongkar secara mandiri oleh warga setempat.
Sebagian besar penghuni mulai memindahkan perabotan mereka ke kontrakan sementara sembari menunggu kepastian hunian permanen dari pemerintah.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait langsung meninjau lahan strategis di Jalan Kramat Raya.
Lahan seluas 1,61 hektar milik PT Angkasapura Indonesia telah disiapkan untuk pembangunan rumah susun (Rusun).
"Lahan ini akan segera dibangun untuk relokasi warga di bantaran rel kereta api wilayah Senen," ujar Maruarar Sirait saat meninjau lokasi.
Pembangunan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara kementerian, BUMN, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: Tolak Proyek Real Estate, Ribuan Warga Prigen Demo Selamatkan Lereng Arjuno
Skema pembangunan dan pembiayaan proyek ini ditargetkan akan diputuskan dalam rapat koordinasi lintas sektoral pada pekan ini.
Pemerintah menargetkan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking hunian vertikal ini dapat terlaksana pada Mei 2026 mendatang.
Selain pembangunan Rusun baru, pemerintah juga berencana melakukan renovasi masif terhadap ribuan rumah tidak layak huni di lima wilayah Jakarta.
Optimalisasi aset BUMN menjadi kunci utama dalam mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat terkait percepatan proses perizinan pembangunan di lapangan.
Langkah ini diharapkan mampu merespons kebutuhan mendesak warga akan tempat tinggal yang lebih aman dan manusiawi.
Baca Juga: Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI
Transformasi dari pemukiman kumuh menjadi hunian vertikal yang terintegrasi diharapkan menjadi model percontohan bagi wilayah lain. Dengan koordinasi yang solid, hak masyarakat atas hunian yang layak kini mulai menemukan titik terang melalui aksi nyata pemerintah.
Editor : Aditya Novrian