MALANG KOTA, RADAR MALANG – Desas-desus terkait kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menimbulkan kepanikan. Namun telah diumumkan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak, baik subsidi maupun non subsidi, tidak mengalami kenaikan. Isu penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) pada tanggal 1 April 2026 yang beredar membuat antrean di SPBU mengular.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM). Isu harga naik menjadi berita yang cepat tersebar sehingga masyarakat berbondong-bondong melakukan pembelian sebelum kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: Ramai Isu BBM Naik, Pertamina Tegasakan Informasi yang Beredar Tidak Dapat Dipertanggungjawabkan
“Dengan adanya pengumuman dari pemerintah, belum ada penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi, yang artinya mulai besok masih tetap berlaku harga yang sama,” kata Dasco dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta, dikutip melalui video yang diunggah Dasco pada akun media sosial Instagram.
Dasco memantau situasi di tengah kepanikan masyarakat akibat adanya pembelian bahan bakar minyak yang membludak di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) karena isu kenaikan harga.
“Masyarakat tidak perlu melakukan antrean, dan terlebih lagi melakukan penimbunan terhadap BBM,” kata Dasco yang dikutip melalui video yang diunggah Dasco pada akun media sosial Instagram.
Menurut ungkapan Dasco, hasil komunikasi dari pemerintah dan komitmen dari presiden akan terus menjaga kebutuhan masyarakat terkait BBM. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan bahwa belum mengeluarkan kebijakan terkait pembatasan pembelian BBM.
Selain itu, kebijakan yang ada diambil berdasarkan komunikasi dengan berbagai pihak serta masukan dari berbagai pihak. Adanya keputusan yang telah dibeberkan melalui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dapat meredam kepanikan masyarakat terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Pembelian bahan bakar minyak yang membludak serta antrean yang mengular juga dapat mempengaruhi lalu lintas serta produktivitas masyarakat.
Editor : Aditya Novrian