MALANG, RADAR MALANG – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memunculkan perhatian baru. Dalam konferensi pers yang digelar 11 April, nama Jember dan Malang ikut disinggung dalam konteks potensi praktik korupsi di daerah sekitar.
Isu tersebut muncul dari pertanyaan jurnalis yang menyinggung adanya indikasi kasus korupsi di wilayah sekitar Tulungagung. Bahkan, turut disampaikan dugaan keterlibatan pihak yang disebut sebagai makelar kasus.
Baca Juga: Resmi Tersangka! Bupati Tulungagung Gatut Sunu Ditahan KPK Terkait Dugaan Pemerasan Pejabat Daerah
Menanggapi hal itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK RI Asep Guntur Rahayu menegaskan komitmen lembaganya untuk melakukan pengawasan ketat hingga penindakan jika ditemukan bukti pelanggaran.
“Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan daerah-daerah di sekitar Tulungagung bisa berbenah,” ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal resmi YouTube KPK RI.
Asep menekankan, momentum OTT ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah lain agar menjalankan tata kelola anggaran secara transparan dan akuntabel.
Baca Juga: KPK Tangkap Bupati Tulungagung Atas Kasus Pemerasan di Pemkab
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan efisiensi anggaran yang tengah berjalan tahun ini. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
“Setiap rupiah dalam anggaran harus digunakan untuk kepentingan rakyat dan tidak boleh dikorupsi,” tegasnya.
KPK memastikan akan terus memantau perkembangan di berbagai daerah, termasuk wilayah yang disebut dalam konferensi pers, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
Editor : Aditya Novrian