JAKARTA, RADAR MALANG – Prajurit yang tergerak dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Rico gugur pada Jum,at (24/4/2026) akibat serangan Israel ke Lebanon. Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres desak tentara Israel untuk menghentikan serangan kepada Lebanon.
Sebelum dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit Beirut, Praka Rico dilaporkan terluka kritis akibat serangan tembakan peluru tank Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke Lebanon pada 29 Maret 2026 lalu yang justru menyasar ke titik penjagaan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan.
Baca Juga: Tak Setujui Purbaya, Menlu Sugiono Layangkan Protes Terkait Pemajakan Selat Malaka
Guterres mengaku sangat berduka atas insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit perdamaian asal Indonesia.
"Saya sangat mengetahui bahwa seorang penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia kembali meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah insiden pada bulan Maret," kata Gutteres di platfrom X, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga: Buntut Pemajakan Selat Malaka Berujung Protes, Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya
"Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga, teman, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur, serta saya berharap pemulihan penuh dan cepat bagi para korban luka lainnya," katanya.
Wafatnya Praka Rico menambah daftar korban prajurit penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon belakangan ini. Guterres mencatat terdapat enam prajurit UNIFIL yang mengalami luka serius hingga meninggal dunia akibat konflik bersenjata antara Hizbullah dan tentara Israel.
Baca Juga: Resmi Ditahan, Ketiga Tersangka Kasus Korupsi Izin Tambang PT AKT Mendekam Di Rutan Cipinang
Melihat peningkatan angka tersebut, ia buka suara agar serangan dapat dihentikan.
“Insiden-insiden ini tidak dapat diterima dan harus dihentikan,” pungkasnya, mengutip dari Anadolu Ajansi, Jumat (24/4/2026).
Editor : Aditya Novrian