JAKARTA, RADAR MALANG – Tabrakan antara taksi hijau dari layanan taksi listrik SM Green dengan Kereta Api Commuter Line dari arah Cikarang menuju Jakarta ternyata menjadi awal mula Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 korban, menurut data terbaru.
Menurut kesaksian warga, Titin pemilik warung yang berada sekitar 50 meter, tabrakan awal terjadi pada, Senin (27/4/2026) pukul 20.50 WIB.
Kejadian tabrakan awal tersebut terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85. Insiden tersebut bermula dari taksi yang tiba-tiba berhenti di tengah jalur perlintasan kereta api, diduga mogok dan mengalami gangguan teknis.
Tidak berselang lama, terdengar peringatan bahwa commuter line dari arah Cikarang—Jakarta hendak melintas, namun taksi tetap tidak bisa bergerak meski warga dan penjaga perlintasan telah bantu mendorong.
“Dia mau dorong juga tapi taksinya nggak bergerak,” kata Titin. Mobil listrik memang biasanya tak bisa didorong jika mati mesin.
Akibatnya, kereta arah Cikarang menabrak bagian tengah taksi kemudian berhenti sesuai prosedur. Menurut kesaksian warga, sopir taksi berhasil mengevakuasi diri sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, taksi sempat terseret sejauh 50 meter ke arah stasiun.
Baca Juga: AHY: Percepat Pembangunan 14.000 KM Jaringan Perkeretaapian di Luar Pulau Jawa, Terkendala Investasi
Peristiwa tersebut memicu evakuasi cepat berupa pemberhentian satu rangkaian KRL dengan kode PLB 5568 yang akan melangsungkan perjalanannya menuju ke Cikarang melalui jalur peron Stasiun Bekasi Timur. Pemberhentian dilaksanakan tepat setelah KRL menurunkan dan mengambil penumpang di stasiun.
Sejumlah penumpang KRL PLB 5568 sempat melihat situasi yang sedang terjadi. “Kereta berhenti sebentar ambil penumpang, sinyal jalan kereta sudah sempat jalan tapi tiba-tiba berhenti, pintu kebuka lagi,” kata Yono, salah satu penumpang, dikutip dari republika.
Tak berselang lama, terdengar suara dentuman keras di bagian belakang kereta akibat ditubruk oleh KA Argo Bromo Anggrek.
Baca Juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Ini Kronologi Lengkapnya
Insiden tersebut menyebabkan ringseknya bagian gerbong khusus wanita yang terletak di bagian paling belakang kereta.
Asisten masinis menjelaskan kondisi sebelum tabrakan antara KA dengan KRL, di mana sinyal kereta diduga berubah secara mendadak sehingga menyebabkan kereta melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam.
ia menilai, perubahan sinyal yang mendadak membuat kondisi perjalanan tidak terkendali dan sulit untuk melakukan pencegahan kecelakaan.
Editor : Aditya Novrian